Cuaca Ekstrem, Warga Pesisir Tengah Waspadai Penyakit Menular dan Bencana

Ilustrasi cuaca ekstrem. Dok. Lampost.co

KRUI -- Kelurahan Pasar Krui, Kecamatan pPsisir Tengah yang menjadi pusat kota dan pusat kantor Pemkab Pesisir Barat merupakan wilayah padat penduduk. Banyaknya genangan air pada drainase dan muara-muara sungai, menyebabkan warganya rentan terkena malaria dan demam berdarah dengue (DBD).
Camat Pesisir Tengah Agus Triyadi kepada Lampung Post, Rabu (11/1/2017), mengatakan pihaknya mengimbau warga di kelurahan tersebut agar dapat menjaga kebersihan lingkungan setempat dan tidak membuang sampah sembarangan.
"Ya memang sekitar setahun lalu ada warga kelurahan yang terserang DBD dan malaria. Tentu harapan kami sekarang tidak ada lagi warga di kelurahan ini khususnya yang terkena DBD. Sebab itu, kami mengimbau warga dapat menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak buang sampah sembarangan apalagi ke sungai-sungai yang ada," kata Agus.
Terlebih saat ini cuaca ekstrem masih sering terjadi di kabupaten itu. Selain hujan yang kadang disertai angin kencang yang kerap terjadi dan menyisakan genangan air pada saluran-saluran pembuangan air, pada pot bekas atau drum bekas yang ada di lingkungan warga yang bisa menjadi media nyamuk DBD berkembang biak.
Agus menambahkan warga di dua kelurahan dan enam pekon yang ada di kecamatan itu, yakni Kelurahan Pasar Krui, Kelurahan Pasar Kota, Pekon Way Redak, Pekon Serai, Pekon Rawas, Pekon Kampungjawa, Pekon Sukanegara, dan Pekon Pahmungan, juga harus waspada atas cuaca buruk yang masih terjadi meskipun pihaknya belum mendapatkan laporan warga di kecamatan itu terkait kerusakan rumah rusak atau korban akibat hujan disertai angin kencang yang sering terjadi. "Ya betul terjadi angin puting beliung di Kelurahan Pasar Krui beberapa bulan lalu, harapannya sekarang tidak terjadi lagi seperti juga jangan sampai ada warga yang menjadi korban akibat kena penyakit menular yang bersumber dari nyamuk seperti DBD dan malaria," kata Agus.