Debat Kandidat Paslon di Mesuji Berlangsung Lancar

Debat publik untuk pasangan calon bupati dan calon wakil bupati di Mesuji berlangsung lancar, Selasa (27/12/2016). Foto:Lampost/Juan)ar sekali. (Ilustrasi)

MESUJI--Debat kandidat pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Kabupaten Mesuji berjalan lancar dan aman. Tahapan penting pilkada ini diikuti 70 orang pendukung masing-masing paslon. Selain itu, acara debat kandidat yang digelar di aula pemkab setempat, Selasa (27/12/2016), dijaga ketat oleh aparat kepolisian dari Brimob dan anggota polres setempat.

Acara dihadiri Ketua KPU Provinsi Lampung, Nanang Trenggono. Kemudian dua moderator yakni Budiono dari Unila dan Erina Pane dari IAIN Raden Intan, Bandar Lampung. Selain itu, hadir Kapolres Mesuji, AKBP Puji Sutan, Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 0426 Tuba, Kapten Agus, Ketua KPU Mesuji, Saipul Anwar serta panwas setempat. Dari pemkab Mesuji hadir Sekda, Rizal Fauzi didampingi Inspektur, Supratomo dan Kepala Kesbangpol, Sumaryo.

Sedangkan kedua paslon bupati dan wakil bupati yakni Febrina Lesisie Tantina-Adam Ishak dan Khamami-H.Sapli TH, datang dengan didampingi pasangannya.

Ketua KPU Nanang Trenggono mengatakn bahwa debat kandidat merupakan tahapan penting dari rangkaian tahapan pilkada. “Saya mau review dulu, sebelum debat kandidat ini, saya dan teman-teman KPU Mesuji melakukan perjalanan menyusuri sungai sampai Teluk gedung. Karena ada persoalan sengketa batas wilayah,” ujarnya.
Menurut Nanang, jika pilkada di Kabupaten Mesuji merupakan bagian dari 101 pilkada di Indonesia. Oleh karena itu, kata dia, jika ada problem di satu kabupaten hal itu menjadi problem nasional. “Kalau misalnya pilkada cacat di Mesuji, maka itu menjadi cacat secara nasional. Jadi tolong, ini menjadi tanggungjawab kita, bukan hanya penyelenggara saja,” kata dia.

Nanang mengatakan bahwa Mesuji membutuhkan pemimpin yang mencintai Mesuji. Tidak mementingkan diri sendiri dan seorang kepala daerah yang mempunyai jiwa pejuang.

Debat kandidat sendiri dibagi dua sesi, pertama, debat calon bupati. Antara Febrina versus Khamami yang dimoderatori oleh Dr. Erina Pane. Dalam debat sesi pertama, masing-masing kandidat mendapat lima pertanyaan dari akademisi dari Unila. Pertanyaan seputar insfrastuktur, kebijakan ekonomi dan iklim investasi. Dari semua pertanyaan yang disampaikan panelis, baik Febrina dan Khamami menjawab semua pertanyaan dengan baik.
Hanya dari semua pertayaan, Khamami lebih menjawab terperinci dan spesifik sesuai dengan pertanyaan. Karena lebih menguasai kondisi ril Kabupaten Mesuji baik dari sisi birokrasi maupun kondisi lapangan.