Diduga Jadi Tempat Prostitusi, Warga Bakar Rumah di Kebun Sawit

Ratusan warga yang kesal membakar rumah kayu di tengah kebun sawit Pemangku Payau Sekedi Pekon Mon, Kecamatan Ngambur, yang diduga dijadikan tempat praktek prostitusi Jumat (30/12/2016) malam. Lampung Post/Yon Fisoma

KRUI -- Ratusan warga nekat membakar satu rumah yang berada di tengah kebun sawit di Pemangku Payau Sekedi Pekon Mon Kecamatan Ngambur, Pesisir Barat. Aksi brutal warga yang terjadi pada Jumat (30/12/2016), sekitar pukul 20.30 itu dipicu dugaan rumah tersebut menjadi tempat prostitusi.
Warga kesal sebab rumah papan milik Mh (35), warga Pekon Muaratembulih, Kecamatan Ngambur itu, dijadikan warung remang-remang dan terdapat wanita penghibur yang siap melayani lelaki hidung belang yang datang.
Kronologi pembakaran berawal sekitar pukul 20.30, jajaran Polsek Bengkunat yang dipimpin langsung Kapolsek Bengkunat Iptu Hairil Anwar, bersama dengan Peratin Pekon Mon Sudarman aparat pekon setempat dan sekitar 200 warga Pekon Pekon Mon dan Pekon Sukanegara, Kecamatan Ngambur, sudah berkumpul, untuk menertibkan rumah yang dijadikan tempat praktek prostitusi tersebut.
Kapolsek memberikan arahan jangan sampai warga bertindak anarkis dan merusak. Kemudian jajaran polsek dan warga menuju rumah Mh. Tiba di lokasi dimaksud, warga yang terbakar emosi lalu membakar rumah tersebut.
Beruntung tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut karena pada saat itu, pemilik rumah serta wanita penghibur sudah keluar dari rumah itu.
Kasat Pol PP Pesisir Barat Nursin Candra, kepada Lampung Post saat bertemu di kantor bupati, Selasa (3/1/2016), mengatakan pembakaran rumah yang dijadikan tempat prostitusi tersebut merupakan dampak kekesalan warga. Nursin mengakui pihaknya belum sempat menertibkan lokasi itu, sedangkan warga yang kesal bersama aparat Pekon dan polisi setempat kemudian lebih dahulu melakukan penertiban.
"Gimana mau kami tertibkan lagi lha sudah dibakar warga. Penertiban yang dilakukan aparat dan warga, kemarin, bukan yang pertama atau hanya saat ini, melainkan sebelumnya kami juga pernah melakukannya," ujar Nursin.
Menurut Nursin, Satpol PP dan Polsek Bengkunat bersama aparat dan masyarakat setempat, melakukan hal yang sama sekitar beberapa bulan lalu. Namun, bukannya sadar, Mh mengabaikan larangan tersebut meski tempat lama yang berada di pinggir jalan raya sudah ditutup aparat.
"Ia (Mh) malah pindah masuk ke kebun sawit kembali membuka praktek prostitusi. Akibatnya emosi warga tersulut tidak bisa dikendalikan berakhir dengan pembakaran rumah tersebut. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu," kata Nursin.
Selanjutnya, kata Nursin, pihaknya segera menertibkan warung remang-remang lainnya yang diduga berada di Kecamatan Pesisir Utara. Namun, pihaknya enggan membeberkan waktu pelaksanaannya.