Diduga Karena Usia Tua, Gajah Betina Mati Membusuk di TNWK

Gajah betina yang mati di Seksi 1, Rawabunder, Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Sabtu (31/112/2016), diduga karena usianya telah tua. (Foto:Dok)

SUKADANA--Bangkai gajah ditemukan di Seksi 1, Rawabunder, Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Sabtu (31/112/2016). sebab kematian gajah tersebut belum diketahui pasti akibat perburuan atu sebab lain.
Kepala Seksi 1 TNWK, Arifin, mengatakan gajah yang ditemukan tewas itu ditemukan telah membusuk dan diduga karena faktor umur. Pihak dokter TNWK sudah melakukan autopsi dan hasilnya tidak ada tanda- tanda luka fisik seperti tembak atau jeratan. Gajah berjenis betina itu diperkirakan berusia 30 tahun.

"Kematiannya bukan karena perburuan, karena gajah betina itu memang tak memiliki gadinf," ujar Arifin.

Sementara itu, bangkai gajah yang sudah membusuk sengaja dibiarkan tidak dikubur biar hancur dimakan alam. Arifin mengatakan gajah betina yang mati itu karena sudah tua dan kakinya pincang.
Sementara pegawai Balai TNWK yang tidak mau disebutkan namanya, menjelaskan gajah liar yang ditemuan tewas belum diketahui pasti betina atau jantan, karena tidak ada gadignya.

Data yang didapat Lampost.co, dari kantor LSM WCS, bahwa pPopulasi gajah liar di hutan TNWK ada 247 pada tahun 2012 dan itu belum dilakukan pendataan ulang. Selama 2016 diketahui ada 3 ekor gajah yang ditemukan mati, yakni pada Februari, November dan Desember.