Diskriminasi dan Kesehatan

Ilustrasi diskriminasi. visimuslim.net

PENELITIAN English Longitudinal Study of Ageing dari University College London mengungkapkan perasaan diskriminasi terhadap berat badan akan memengaruhi kesehatan seseorang.
Sebanyak 5.400 perempuan dan laki-laki berusia 50 tahun atau lebih telah menjadi objek studi English Longitudinal Study of Ageing sejak 2002 itu. Hasilnya, mereka yang terdiskriminasi 60% menjadi tidak aktif dan 30% melaporkan hanya berolahraga seminggu sekali.
Para peneliti mencatat perasaan diskriminasi memainkan peran lebih besar dalam aktivitas fisik daripada indeks massa tubuh yang sebenarnya dari orang tersebut. Orang-orang yang merasa didiskriminasi akan kurang berolahraga terutama di depan umum, terlepas dari berat badan mereka.
Penulis utama studi, Sarah Jackson, menyebutkan mereka memiliki stereotip negatif terhadap diri mereka yang disebut malas dan tidak berharga sehingga enggan untuk menjadi aktif.