DJP Sebut Artis & Pekerja Seni Tingkat Kepatuhan Pajaknya Rendah

Pihak DJP saat berinteraksi dengan para selebriti. (FOTO: MTVN/Suci Sedya)

Jakarta -- Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menyatakan masih banyak pekerja seni yang terdiri dari artis, pemain film atau sinetron, musisi, pelukis, produser model, penulis, dan lainnnya yang kepatuhan pajaknya masih rendah.

Hal ini ditandai dari data yang dihimpun DJP per 13 Maret menyebutkan dari sebanyak 1.307 pekerja seni, hanya 399 yang ikut dalam program amnesti pajak. Sementara sisanya 908 pekerja seni yang merupakan wajib pajak orang pribadi, belum ikut amnesti pajak.

"Dari jumlah yang sudah ikut, uang tebusannya Rp186,8 miliar yang mana rata-ratanya sebesar Rp468,2 juta," kata Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi saat dialog amnesti pajak bersama selebriti di kantor pusat DJP, Jakarta Selatan, Jumat malam 17 Maret 2017.

Jika diuraikan, dari 958 yang berprofesi sebagai artis film atau sinetron dan musisi, baru 25 persen atau 240 orang yang ikut tax amnesty. Uang tebusan untuk profesi ini sebesar Rp14,1 miliar dengan rata-rata membayar Rp58,8 juta. Ken mengungkapkan, uang tebusan yang paling kecil dibayarkan yakni Rp7.500 sedangkan yang paling besar Rp1,4 miliar.

Sedangkan, untuk pekerja seni lainnya, dari 349 orang, 46 persen atau 161 orang yang telah ikut tax amnesty. Uang tebusan untuk profesi ini sebesar Rp172,7 miliar dengan rata-rata membayar Rp1,1 miliar. Uang tebusan yang paling kecil dibayarkan yakni Rp232.800, sedangkan yang paling besar Rp30,5 miliar.

Ken mengingatkan, pada wajib pajak yang tidak ikut tax amnesty, apabila dalam jangka waktu tiga tahun setelah program ini berlaku DJP menemukan data terkait harta WP (antara 1 Januari 1985-31 Maret 2015), maka akan dianggap sebagai tambahan penghasilan yang diperoleh pada saat ditemukan, dan akan dikenakan pajak penghasilan (PPh) dengan tarif normal ditambah sanksi bunga dua persen per bulan.