DKM Gelar Workhsop Koreografi dan Penulisan Cerpen

Ilustrasi. Sastrawan Ari Pahala mengisi materi di depan para pelajar, beberapa waktu lalu. Foto/net

METRO -- Dewan Kesenian Metro (DKM) menggelar workshop koreografi tari Lampung dan penulisan cerpen di Nuwo Budaya, 10—11 Desember 2016. Kegiatan ini diikuti guru kesenian, penari, dan pelajar SMP se-Kota Metro.

Ketua Umum Dewan Kesenian Metro Rifian Chepy menuturkan workshop Koreografi diadakan untuk mengembangkan budaya Lampung serta mendorong lahirnya koreografer yang berani berkarya. Pihaknya berharap banyak koreografer yang ikut dalam kegiatan seperti FLS2N dan Falsimida atau perlombaan lainnya. "Koreografer harus berani mengolah sumber-sumber cerita yang dikembangkan menjadi tari kreasi baru," kata dia kepada Lampost.co.

Workshop penulisan diadakan, kata dia, untuk mempersiapkan para pelajar menghadapi ajang FLS2N tahun depan. “Selama ini prestasi anak-anak Metro di festival lomba seni cukup banyak yang berhasil,” ujar Rifian.

Menurut dia, untuk menghadapi kegiatan tersebut diperlukan wawasan tentang penulisan cerpen yang benar. Pemateri dalam penulisan cerpen adalah sastrawan Ari Pahala Hutabarat dan pengisi materi koreografi adalah Manto Benk.

Menurut Manto, perlu ada inovasi dan kreatifitas dalam menciptakan tari kreasi. “Saya berharap dengan workshop ini akan tercipta tari kreasi yang inovatif dan kreatif,” katanya.