DNA 2017

Dian Wahyu Kusuma, wartawan Lampung Post

IBARAT gedung dengan konsep arsitek, rancangan di atas kertas itulah DNA. Lihat lagi dua keping compact disk-(CD) yang satu berisi informasi, satunya lagi kosong. Oleh sebab itu, informasi ini menjadi pembeda karena bobot dari dua CD tersebut sama.
Di mahluk hidup, DNA (deoxyribo nucleic acid) itu luar biasa, isinya tersusun atas atom, molekul, ikatan kimia, dan yang terpenting adalah informasi. Setiap DNA mahluk hidup ada perbedaan, meski ada yang identik. Tidak heran bila suatu saat nanti, bagi yang percaya hari akhir, dalam satu sel yang berisi DNA, yang mengandung banyak informasi, manusia dibangkitkan di padang mashar melalui satu DNA saja.
Untaian pita DNA berupa urutan basa berupa adenina (A) dan guanina (G), serta cytosin—sitosin (C) dan timin (T) yang spesifik antarindividu menjadikannya unik. Peristiwa mayat yang sudah tidak berbentuk utuh di lautan maupun kebakaran bisa diidentifikasi melalui kemiripan DNA keluarganya. Urutan pita DNA menjadi berguna untuk identifikasi mayat, yang ditulis oleh sang pemilik DNA—Tuhan semesta.
Setiap apa yang terjadi di dunia ini sudah dituliskan di lauh mahfudz. Dalam buku DNA karya Priyono Singgih (2013), lauh mahfudz diduga bersumber dari DNA. Kemudian, untuk mengubahnya manusia bisa mengaktifkan gen bermanfaat di dalam DNA dan menonaktifkan gen tidak bermanfaat. Seperti yang dilakukan peneliti masa kini, yang masih menjadi pertanyaan apakah gen yang mampu menghambat penuaan? Kalau saja ditemukan gen tersebut, apa yang terjadi, manusia bisa menjadi awet umur. Bisa saja angka harapan hidup lebih dari yang ditetapkan Badan Pusat Statistik 2015 mencapai 69,9 tahun. Namun, nyatanya ada juga warga yang muncul di media daring, usianya sudah 130 tahun, tetapi rindu akan berpulang, seperti sudah sangat lama ia hidup.
Melalui DNA pula, bagaimana dunia teknologi pangan menggabungkan sifat yang baik dari beberapa tanaman. Sebut saja kacang tanah, kedelai, jagung, padi, dan tanaman pangan lain yang DNA-nya sudah diubah, sehingga tanaman dapat unggul dari yang sebelumnya. Ilmu genetika rekayana layak untuk diacungi jempol, bagaimana pertumbuhan penduduk yang semakin padat, dengan kebutuhan pangan yang makin bertambah. Apalagi, dengan isu adanya perpindahan warga asing ke suatu pulau, menjadi tantangan untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi warga pendatangnya.
DNA bisa diubah dengan teknologi. Teknologi mengubah DNA saat ini bervariasi, dengan proses dipaksa seperti mutasi, dengan sinar UV, zat kimia EMS, dan sebagainya.
Priyono Singgih menuliskan kalimat tanamlah gagasan, maka akan petik tindakan, tanam tindakan akan petik kebiasaan, tanam kebiasaan bisa petik watak, dan tanam watak maka petiklah nasib. Kebiasaan bisa diwujudkan dengan apa yang disebut dengan ibadah, seperti muslim dengan kewajibannya yang selalu diulang setiap waktu lewat salat dengan bacaan doa di dalamnya. “…Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri…,” QS Rad:11. Layaknya mutasi DNA, hidup kita mustinya bisa diubah, perlu dipaksa, memaksa kerja cerdas, memaksa giat kerja, memaksa giat baca, memaksa baca peluang, dan hidup bisa berubah. Dan di tahun 2017, resolusi bisa terwujud dengan kesungguhan untuk berubah menjadi lebih baik. Semoga.