DPR Diminta Segera Rampungkan RUU Pemilu

Peneliti Perludem memaparkan hasil survei bertajuk Respon Publik Terhadap Desain RUU Pemilu di Jakarta, Kamis (16/3/2017). Foto: MI/Arya Manggala

Jakarta -- Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) diminta segera menyelesaikan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu karena pemilihan presiden-wakil presiden semakin dekat.

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menekankan salah satu indikator paling penting dalam mewujudkan demokrasi adalah kerangka hukum yang demokratis. Kerangka hukum ini harus mampu menciptakan iklim jujur dan adil.

"RUU pemilu kan targetnya selesai 28 April 2017. Artinya tinggal 6 pekan lagi. Maka fokus saja," ujar Titi dalam sebuah diskusi di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu 18 April 2017.

Titi mengatakan, jika tidak sesuai dengan target yang ditentukan, maka tak akan ada kepastian hukum. "Nanti penyelenggara akan melaksanakan demokrasi dengan ketidakpstian hukum," kata dia.

Dia juga meminta komitmen DPR dan Pemerintah menciptakan iklim demokrasi yang jujur dan adil.

"Rakyat lelah ganti pemilu ganti sistem. Harus ada itikad baik. Kita nantikan agar kinerja parlemen yang sekarang bisa berkontribusi positif untuk demokrasi kita," kata dia.