2013-07-31 10:28:00
Dua Calon Legislatif Lamsel Terancam Dicoret

KALIANDA (Lampost.co): KPU Kabupaten Lampung Selatan menyatakan akan mencoret dua bakal calon anggota legeslatif (Bacaleg) masuk daftar caleg tetap (DCT) jika kedua caleg sementara (DCS) tersebut belum melampirkan surat pengunduran diri hingga H-1 DCT pada 21 Agustus mendatang.

"Tanggapan dari masyarakat yang tidak memenuhi syarat hanya dua orang, yakni dari PAN dan Nasdem. DCS dari PAN terkait tindak pidana, sedangkan yang dari Nasdem karena belum mengundurkan diri dari jabatannya sebagai kaur desa," kata komisoner KPU Lampung Sewlatan, Hargito saat dihubungi Lmapung Post, Selasa (30-7).

Hingga kini, ujar Hargito, pihaknya masih menunggu surat lempiran pengunduran dii kedua DCS tersebut."Kami (KPU), akan mencoret kedua bacaleg tersebut jika pada H-1 DCS belum juga menyerahkan surat pengunduran diri," tandasnya.

Sementara berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun Lampung Post, terdapat tiga DCS lainnya yang masih terganjal kelengkapan administrasi. Satu bacaleg dari Partai Hanura, yang dikabarkan mengundurkan diri dari pencalonan, sedangkan dua lainnya, A.Bakrie dan Sutrimo. Keduanya, anggota DPRD Lampung Selatan dari PNBKI, yang lompat pagar masuk DCS di Partai Demokrat. Untuk kedua wakil rakyat itu dikabarkan, Ketua DPRD Lampung Selatan telah melayangkan surat pergantian antar waktu (PAW) ke Gubernur Lampung, namun belum menerima balasan.

"Soal itu kami gak tahu. Itu kata siapa. Sebab tanggapan masyarakat, yang nggak memenuhi syarat hanya 2 DCS, dari PAN dan NaSDEM," ujar Hargito lagi.

Terpisah, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Lampung Selatan
menemukan sekitar 7.590 daftar pemilih sementara (DPS) yang diduga
ganda, tersebar di 343 tempat pemungutan suara (TPS) di 16 kecamatan.

Panwaslu menduga penggelembungan DPS tersebut sebagai suatu indikasi adanya rencana rekayasa dan manipulasi suara untuk salah satu calon. Menurut Fauzi, Ketua Panwaslu Lamsel mengaku telah memberikan rekomendasi kepada KPU untuk mencoret nama DPS yang diduga ganda tersebut."Hasil pengawasan kami ini akan kami CD kan yang kemudian akan kami berikan ke KPU," kata Fauzi didampingi anggota Panwaslu Lamsel bidang pengawasan Mislamudin di kantornya, Selasa (30-7).

Ia mengaku temuan ribuan nama yang sama, hanya beda tempat tanggal lahir, nomor induk kependudukan (NIK) dan nomor kartu keluarga (NKK) dan temuan pemilih yang belum cukup umur itu ada faktor kesengajaan dan kelalaian petugas, mulai dari pantarlih-PPS-PPK hingga KPU.

"Dari 1.851 TPS di Lamsel, kami melakukan audit data DPS hanya 30
persennya saja, dan kami dapati 7.590 DPS ganda. Bagaimana kalau semua TPS kita lakukan pengecekan. Untuk itu, kami minta KPU untuk segera melakukan perbaikan data DPS sebelum diputuskan sebagai DPT,?" tandas Fauzi. (KRI/L3)

komentar facebook