Dua Kelompok Penentu Kemenangan di Pilkada Pringsewu

Jumlah suara menentukan kemenangan dalam pilkada. (Foto:Antara)

PRINGSEWU--Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pringsewu 2017 masih didominasi pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voters) dan pemilih mengambang (swing voters). Siapa pun dari ketiga pasangan calon yang mampu merebut dua kelompok pemilih itu dapat memenangkan kontestasi Pilkada.

"Masa mengambang saya lihat seperti di Pringsewu yang cukup besar karena pemilihnya sangat signifikan di sana," kata Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung Syarief Makhya, kepada Lampost.co, Minggu (8/1/2017).

Dengan begitu, keberadaannya memiliki proporsinya cukup besar dan dapat menentukan suara cukup signifikan. "Undecided voters dan swing voters itu bisa menentukan dan memiliki kekuatan untuk memenangkan salah satu calon dalam Pilkada," ujarnya.
Kajiannya, dua kelompok masyarakat tersebut termasuk kategori pemilih rasional. Artinya, masyarakat tersebut memiliki preverensi yang cukup memadai pada saat menentukan pilihan politiknya pada hari pencoblosan.

Sebab itu, Syarif menyarankan kepada tiga pasang calon meliputi nomor urut 1 Ardian Saputra-Dewi Arimbi, nomor urut 2 Sujadi-Fauzi, dan nomor urut 3 Siti Rahma-Edi Agus Yanto untuk meningkatkan kualitas kampanyenya. Selain itu, membangun hubungan emosional agar bisa meyakinkan masyarakat, melalui program kerja ke depan yang bisa memberikan perubahan lebih baik.

"Nah jelang hari pencoblosan ini, panwaslu juga harus menjalankan fungsinya. Karena di detik-detik pencoblosan peluang terjadinya politik uang sangat terbuka dan bisa memengaruhi kelompok pemilih tersebut," kata Dekan FISIP itu.
Di lain pihak, calon wakil bupati nomor urut 1, Dewi Arimbi, menerangkan pihaknya sepanjang tahapan telah memaksimalkan pendekatan dengan cara silaturahmi dengan seluruh lapisan masyarakat. "Kami juga konsolidasi bersama parpol pendukung. Kemudian juga bersama tim pemenangan terus terjun bertemu masyarakat," kata Arimbi.

Demikian juga ditegaskan calon bupati nomor urut 2 Sujadi. Petahana bupati itu bahkan telah blusukan hingga plosok guna memaparkan program keberhasilan dalam rangka meyakinkan kembali masyarakat agar memilihnya.
Tak mau kalah, calon wakil bupati nomor urut 3, Edi Agus Yanto, mengatakan pihaknya terus melakukan pendekatan dialog melalui komunitas seni, olahraga, hobi, organisasi promordial, dan budaya.
"Komunitas ini kan aset Kabupaten Pringsewu, maka harus dijadikan mitra pembangunan. Maka dari itu kami akan melayani masyarakat dengan kerja-kerja untuk mengejar ketertinggalan. Kerja cerdas agar program efektif dan efisien. Lalu kerja partisifatif sehingga terjadi percepatan pembangunan," kata pasangan Siti Rahma ini.