Dua Mantan Camat dan Seorang Bendarhara Jadi Tersangka Kasus Korupsi

Ilustrasi kasus korupsi. dok. lampost.co

KOTABUMI -- Polres Lampung Utara telah menetapkan tersangka terhadap dua mantan camat dan seorang bendahara kecamatan di salah satu kantor kecamatan daerah setempat karena diduga melakukan korupsi anggaran rutin tahun 2013—2014 sebesar Rp400 juta.
Mereka melakukan korupsi dengan cara membuat laporan keuangan fiktif kegiatan rutin selama dua tahun yang mengakibatkan negara dirugikan hingga mencapai sekitar Rp120 juta.
Kasat Reskrim Polres Lampung Utara AKP Supriyanto ketika dimintai keterangan, Rabu (11/1/2017), mengatakan pihaknya melakukan penyidikan atas dugan korupsi tersebut setelah adanya audit dari BPKP Probinsi Bandar Lampung dalam penggunaan anggaran rutin yang tidak dapat dipertanggungjawabkan di kantor Kecamatan Kotabumi Utara pada tahun 2013—2014 lalu.
Setelah dilakukan penyidikan dengan memeriksa sejumlah saksi baik para pegawai dan bendahara serta para pejabatnya seperti camat dan pj camat yang pada waktu itu tengah menjabat di kantor kecamatan tersebut.
”Dari hasil pemeriksaan diketahui adanya penyelewengan dan ada tiga orang yang harus bertangggung jawab dalam penggunaan anggaran tersebut, yakni seorang bendarahara dan dua orang mantan camat dan pj camat dalam masalah tersebut,” ujarnya.
Dia juga menjelaskan ketiga tersangka tersebut, yakni YS (bendahara Kecamatan Kotabumi Utara) GW (mantan camat), dan mapun pj camat berinisial SD.
Dalam penanganan kasus ini, lanjut Supriyanto, berkas perkara para tersangka dipisah (split); untuk tersangka bendahara sendiri dan berkas dua mantan camat digabung. Saat ini, untuk berkas perkara tersangka bendahara, pihaknya kini tinggal menunggu penetapan P21 dari pihak Kejari Kotabumi.
Sedangkan untuk berkas tersangka mantan camat maupun pj camat kini tengah diteliti pihak kejaksaan. ”Mudah-mudahan dalam minggu-minggu ini untuk tersangka bendahara kecamatan berkas pekaranya telah dinyatakan lengkap oleh pihak Kejari Kotabumi dan berikutnya barulah dua orang tersangka mantan camat maupun pj camat,” terangnya.
Untuk sementara ketiganya tidak ditahan karena mereka selalu kooperatif dan tidak berupaya melarikan diri maupun menghilangkan barang bukti.