Dua Residivi Pembobol Rumah Kosong Ditangkap di Kotabumi

Aksi pembobol rumah kosong marak terjadi di wilayah Lampung Utara, dua tersangka berhasil ditangkap petugas. (Ilustrasi)

KOTABUMI--Anggota Satuan Resmob Polres Lampung Utara meringkus dua orang residivis tersangka pembobolan rumah kosong di lokasi yang berbeda daerah setempat, Sabtu (7/1/2017) sekitar pukul 13.00.

Dari penangkapan itu, selain menembak salah seorang tersangka, petugas juga menyita barang bukti sebuah sepeda motor Yamaha Mio warna pink BE-4756-HB milik tersangka yang dipergunakan untuk melakukan aksi kejahatanya dan sebuah TV sebesar 29 Inc; sebuah tabung gas; sebuah koper eletrik; 5 buah tapis; enam pakaian tapis serta sebuah cangkul milik korban.
Tersangka Riski (26), warga Kelurahan Tajungaman, Kotabumi Selatan, tampak tak berdaya karena menderita luka tembak bagian betis kanan. Tersangka lainnya, Abri (34), warga daerah Komi, Kelurahan Sribasuki, Kotabumi, Lampung Utara.

Menurut Kasat Reskrim, AKP Supriyanto, mewakili Kapolres Lampung Utara, AKBP Esmed Eriyadi, ketika dimintai keterangan, Minggu (8/1/2017), mengatakan kedua tersangka residivis bersama seorang rekannya berinisal Eka (DPO) ditangkap di loaksi yang berbeda. Keduanya diduga melakukan aksi pembobolan rumah milik Aidil Achmad Jaya (42), warga perumahan Kuto alam Permai blok b 2 kelurahan Kotaalam, Kotabumi Selatan pada 3 Januari 2017.

”Tersangka Riski terpaksa ditembak kaki kananya karena berusaha melarikan diri saat akan ditangkap dan rekannya Abri, ditangkap tidak melakukan perlawanan,” ujarnya.

Supriyanto mengatakan, dari penangkapan kedua tersangka itu diketahui seorang tersangka lainya adalah inisla Eka, kini masih dalam pengejaran petugas (DPO). Penangkapan mereka dilakukan setelah pihaknya melakukan penyelidikan dan keterangan saksi-saksi warga setempat serta hasil oleh tempat kejadian perkara (TKP).
”Dari penangkan kedua tersangka residivis tersbeut, kami menyita sejumlah barang bukti hasil curian seperti TV, pakaian tapi dan tabung gas milik korban yang belum sempat dijualanya. Dari hasil pengakuan kedua tersangka, mereka mengakui perbuatanya yang telah melakukan aksi pencurian di rumah korban yang sedang ditinggal pergi saat keluar kota.
Mereka melakukan aksinya dengan cara mencongkel jendela rumah korban dengan mengunkan cangkul dan setelah amsuk kedalam rumah korban mengambil barang –barang berharga berupa TV; jam tangan; tabung gas, koper eletrik; songket dan pakaiyan songket serta dispenser.

”Baru sebagian barang hasil curian kami jual dan barang lainya belum sempat dijual karena keburu ditangkap petugas,” kata Supriyanto menirukan penuturan para tersangka.