Ekspor Sepi, Perdagangan Getah Damar Lesu

Getah damar merupakan komoditas unggulan di wilayah Kuri dan sekitarnya. (Foto:Dok.Lampost)

KRUI--Perdagangan getah damar di Pesisir Barat masih lesu, karena pengepul getah damar tak membayar secara tunai.

Muzannur (40), pembeli getah damar di jalan Pemangku Tlangbaru Pekon Labuhanandi, Kecamatan Way Krui, Minggu (8/1/2017), mengatakan saat ini getah damar yang dijual ke pedagang besar tidak dibayar tunai.
Hal itu lantaran minimnya permintaan getah damar dari luar negeri seperti India dan China, sehingga pedagang besar baru akan melunasi pembelian jika getah damar yang ada di mereka sudah laku terjual.

"Kalau produktivitas pohon damar saat ini bagus, gak menurun , sedang tidak musim berbunga yang biasanya berpengaruh pada getah yang dihasilkan. kalau pohon sedang berbungan, getah bisa susut antara 50-70 persen ," kata Muzannur.

Saat ini harga getah damar jenis asalan (belum disortir ,belum dipisahkan getah, debu, dan kayu damar) mencapai Rp19 ribu/kg, untuk jenis AB (atau yang sudah disortir masuk klasifikasi kualitas eksport) Rp25 ribu/Kg. "Penghadang membeli dari petani damar asalan saat ini Rp17.500-Rp 18 ribu/Kg.