2013-08-21 08:40:00
Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bermasalah

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co): Meskipun sudah berdiri sejak 19 tahun silam, Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati (FK Unimal) Bandar Lampung masih memendam persoalan akademik yang mendasar.

Masalah akademik yang berdampak pada kualitas lulusan tersebut, antara lain rekrutmen mahasiswa dari SMA jurusan IPS, kuota mahasiswa yang melampaui jumlah ideal, sejak berdiri status akreditasi mentok di peringkat C, belum memiliki rumah sakit pendidikan, dan magang praktik dokter jauh di luar provinsi.

Rekrutmen mahasiswa dari jurusan IPS menjadi persoalan karena basis ilmu kedokteran sebagian besar memakai ilmu eksakta. "Bukan karena anak IPS tidak bisa mengejar materi yang diajarkan di IPA, melainkan karena dasar ilmu di kedokteran memang IPA," kata mantan staf dosen senior FK Unimal yang menolak disebut namanya kemarin.

Dasar rekrutmen yang tidak lazim itulah yang kemudian menjadi salah satu pertimbangan dosen tersebut keluar dari FK Unimal. "Rekrutmen dari jurusan IPS itu tidak pas dan tidak beretika. Profesi dokter ibarat pedang bermata dua, bisa mengobati akan tetapi sangat mudah untuk menghilangkan nyawa seseorang," ujar pria yang berprofesi sebagai dokter itu.

Masalah lain yang tak kalah serius, setiap tahun FK Unimal yang berakreditasi C bisa menerima hingga 400-an mahasiswa baru. Bandingkan dengan FK Universitas Lampung yang berakreditasi A menerima tidak lebih dari 200 mahasiswa. Tahun ini, FK Unila hanya menerima 186 mahasiswa baru, yakni 80 dari jalur SNMPTN dan 106 dari jalur SBMPTN.

"Dalam satu angkatan, FK Unimal bisa menerima sampai 400 mahasiswa baru," kata mahasiswi FK Unimal asal Jakarta yang enggan disebut namanya.
Untuk mendukung kegiatan akademik mahasiswa kedokteran, Unimal bekerja sama dengan Pertamina membangun RS Bintang Amin Husada. Namun, rumah sakit tersebut bukan berstatus rumah sakit pendidikan. Akhirnya, mahasiswa yang akan mengikuti magang dokter terpaksa menjalani program itu di Sumatera Utara dan Aceh.

"Harapannya RS Bintang Amin Husada dibangun agar semua calon dokter tak perlu lagi kelimpungan mencari tempat praktik," ujar staf akademik FK Unimal yang juga tak mau disebut namanya.

80% dari Luar Lampung
Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik Unimal Marshal Usman menjelaskan penerimaan mahasiswa FK dari jurusan IPS hanya berlaku sebelum ada edaran Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) yang melarang lulusan IPS mengikuti pendidikan dokter.

"Edaran itu mulai berlaku 2012. Sejak saat itu, kami 100% menerima mahasiswa baru dari jurusan IPA. Sebelumnya memang ada mahasiswa berasal dari jurusan IPS, tapi jumlahnya hanya 5% dari total penerimaan," ujarnya.

Terkait kuota mahasiswa baru, Usman mengaku FK Unimal mematuhi rekomendasi KKI. Dalam rekomendasi itu disebutkan kuota mahasiswa baru disesuaikan dengan perbandingan antara tenaga pendidik dan jumlah mahasiswa, yakni 1 dosen berbanding 10 mahasiswa.

Ia menyebutkan FK Unimal saat ini memiliki 157 tenaga pendidik. Dengan demikian, jumlah ideal mahasiswa yang dapat dikelola mencapai 1.570 orang. "Peminatnya bisa 2.000-an per tahun, dan 80% dari luar Lampung. Namun, tiap tahun kami hanya menerima 200—300 mahasiswa baru," kata dia.

Jika berpedoman pada surat edaran Dirjen Pendidikan Tinggi tentang kuota penerimaan mahasiswa baru pada Fakultas/Program Studi Kedokteran, FK Unimal yang berakreditasi C dengan hasil uji kompetensi dokter 60%—70% maksimal hanya bisa menerima 80 mahasiswa baru. Surat edaran tersebut berlaku mulai tahun akademik 2014—2015. (TIM/R4) foto: Zainuddin

komentar facebook