Film Lokal Vs Luar Negeri

Petugas wahana bioskop 4D Rider menunjukkan pilihan film di area depan register 4D Rider Mal Boemi Kedaton, lantai I, belum lama ini. (Foto:Lampost/Adi Sunaryo)

SEMAKIN banyaknya pilihan film-film dalam negeri membuat tidak sedikit sahabat Muda yang kini menggemari film karya anak bangsa. Salah satunya Rahma Linaili Fauziah. Rahma mengaku lebih menyukai film lokal karena akting para pemain yang totalitas, khususnya untuk film-film drama romantis.

"Emang suka aja sih, soalnya banyak cerita romantisnya gitu filmnya," ujar Rahma, Sabtu (28/1/2017).

Menurut Kurnia Mahardika, salah satu keunggulan film lokal adalah banyaknya cerita yang diangkat dari kearifan lokal sehingga membuat film dalam negeri jauh lebih dekat dengan penontonnya. Kemampuan sutradara Indonesia dalam mengemas film juga semakin baik. Terbukti banyak penghargaan dari luar negeri yang diterima sineas muda Indonesia dalam beberapa film karya mereka.

Sahabat Muda lainnya, Leni Marlina, lebih memilih film berdasarkan genrenya. Kalau untuk film-film Indonesia, pemilik akun Instagram @leni_marl ini mengaku lebih menyukai film-film bergenre komedi yang bisa mengocok perut. Sementara untuk film luar negeri, dia lebih suka untuk film-film bergenre action dan film petualangan. "Ceritanya di luar ekspektasi jadi bikin penasaran, terus teknologi yang dipakai juga oke," kata dia.

Meski semakin banyak film karya sineas Indonesia, pemiliki akun Instagram @dendiprayoga mengaku masih lebih menyukai film luar negeri. Alasannya, cerita yang ditawarkan lebih bervariasi alias enggak monoton. Sama halnya dengan Dendi, Fellie Wijaya juga lebih menggemari film luar negeri, khususnya film-film Hollywood. Menurutnya, film jebolan kota film di dunia itu secara teknologi dan proses pembuatannya sudah sangat maju, alhasil film yang dihasilkan juga keren. Meski demikian, Fellie juga mengakui kehebatan aktor-aktor dalam negeri, khususnya dalam film bergenre drama romantis.