Gali Potensi Anak dengan Pembelajaran Tematik

Siswa dan guru PAUD Bintang Kecil Pesawaran berfoto di sekolah setempat, Kamis (16/3/2017). Berdiri sejak 10 Juni 2010, sekolah ini menerapkan pembelajaran tematik untuk menggali kecerdasan siswanya. LAMPUNG POST/AHMAD AMRI

LEMBAGA Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Bintang Kecil Pesawaran mengusung visi mewujudkan generasi yang cerdas, sehat, ceria yang unggul, serta berkarya berdasarkan iman dan takwa dalam mendidik para siswanya. Sekolah yang beralamat di Jalan Terusan, Imam Bonjol No. 07, Desa Kurungannyawa, Kabupaten Pesawaran, itu berdiri sejak 10 Juni 2010.
Kepala PAUD Bintang Kecil Tri Maryani mengatakan pendidikan anak usia dini sangat penting karena merupakan lingkungan pendidikan pertama di masa usia emas (golden age) seorang anak. "PAUD sebagai wadah pertama kalinya anak mengenal pendidikan di luar setelah pendidikan keluarga," ujar dia di sekolah, Kamis (16/3).
Menurut dia, sekolahnya mengusung misi menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran berdasarkan kecerdasan jamak anak dengan menggunakan pendekatan tematik guna mengembangkan potensi setiap siswa. “Pada usia ini, peran PAUD sangat penting bagimana kami dapat menstimulus anak dan merangsang anak untuk dapat bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain,” kata Tri.
Dia menjelaskan kegiatan belajar-mengajar di PAUD Bintang Kecil berfokus bagaimana para guru atau tenaga pengajar dapat menstimulan kecerdasan anak, meliputi aspek kognitif, seni, dan penanaman karakter-karakter yang sangat penting.
“Para guru atau tenaga pengajar harus bisa merangsang anak sehingga mereka mau belajar tanpa terpaksa dan dipaksa, sesuai dengan visi dan misi PAUD Bintang Kecil,” ujarnya.
Menurut Tri, PAUD Bintang Kecil juga mempersiapkan setiap siswa, sejak usia dini agar mereka memiliki kesiapan memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Ia berharap dengan pola pembiasaan dan tanpa memaksa anak dalam kegiatan belajar, setiap anak selain akan siap memasuki pendidikan dasar, juga sudah terbiasa berperilaku dan berkarakter, mandiri, disiplin, dan mampu mengikuti pembelajaran selanjutnya.
Sebagai pendidikan awalan, para guru di sekolahnya juga berusaha mengenalkan bahasa Inggris dan bahasa Lampung sebagai muatan lokalnya kepada siswa. "Agar mereka mengenal seni budaya dan lingkungan sekitar,” kata dia.(AMR/S2)