Gapoktan Diminta Maksimalkan Serapan Gabah di Mesuji

Ketua Gapoktan diminta membantu tim serapan vagah dan Bulog untuk menyerap gabah petani dalam rapat di Makoramil 426-01/Mesuji, Selasa (14/3/2017). (Foto:Lampost/Ridwan A)

MESUJI--Tim Serapan Gabah Petani (Sergap) bersama Badan Urusan Logistik (Bulog) meminta seluruh Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) untuk membantu Badan Urusan Logistik (Bulog) menyerap gabah petani secara maksimal.
Perwakilan Bulog Menggala, Amir, mengatakan jika harga gabah yang diterima Bulog bervariasi sesuai dengan kualitas gabah itu sendiri. "Untuk gabah dengan kadar airnya 14% dan kadar hampanya 3%, kami berikan harga Rp4.650 per kilogram. Gabah dengan kadar air 14% dan kadar hampanya 4%—6% kami berikan harga Rp.4.200. Gabah dengan kadar air 14%—18% dan kadar hampanya 4%—7%, kami berikan harga Rp.4.050. Dan, dengan kadar air 25%—30% dan kadar hampanya 11%—14% kami berikan harga Rp3.700," kata Amir di Makoramil 426-01/Mesuji, Selasa (14/3/2017).
Dia melanjutkan untuk beras Bulog memberikan harga Rp7.300/kilogram dengan broken maksimal 20%. "Kami bekerja sama dengan mitra untuk beli gabahnya petani. Kami juga tidak menerima beras yang kuning dan memiliki kadar air tinggi. Kami berharap pascapanen gabah dapat dibuat sangat kering oleh petani," ujarnya.

Menurutnya, harga gabah yang ditawarkan Bulog kali ini lebih tinggi dari harga pasaran yang kini berada di kisaran Rp3.500 sampai Rp3.700/kilogram.
Di sisi lain, petani yang tengah memasuki panen mengaku cukup kecewa dengan lambannya Bulog turun ke wilayah untuk menyerap gabah petani. "Saat ini mayoritas petani sedang panen dan para petani rata-rata langsung menjual gabah mereka. Kami berharap Bulog dapat bergerak cepat untuk menyerap gabah petani," ujar seorang Ketua Gapoktan di Kecamatan Mesuji Timur yang enggan disebut namanya.