Gender Dokter dan Tingkat Kematian

Dokter perempuan ternyata lebih memberikan semangat bagi kesembuahan pasiennya, berdasarkan hasil penelitian. (Ilustrasi/net)


SEBUAH studi terbaru dari Harvard TH Chan School of Public Health di Boston menemukan gender seorang dokter ternyata berpengaruh terhadap tingkat kesembuhan pasien yang dirawatnya.
Studi yang telah dipublikasikan dalam jurnal JAMA Internal Medicine itu menganalisis 20% sampel pasien rawat inap dan rawat jalan dengan kelompok usia 65 tahun ke atas selama 1 Januari 2011 hingga 31 Desember 2014.
Hasilnya, pasien yang dirawat dokter perempuan memiliki risiko 4% lebih rendah dari kematian dan berisiko 5% lebih rendah untuk kembali dirawat dibanding pasien yang ditangani dokter laki-laki.
Menurut peneliti, dokter perempuan cenderung lebih mematuhi pedoman klinis, lebih memberikan perawatan preventif, dan menjalin komunikasi yang lebih baik dengan pasiennya.