Gilingan Bumbu Mulyani demi Membantu Suami

Mulyani (34) menggendong anaknya, Rika (3), warga Desa Bangunan, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, saat menggiling bumbu dapur di rumahnya, Senin (27/2/'2017). Usaha penggilingan bumbu dapur itu dilakoninya untuk membantu suami dalam mencari nafkah. LAMP

SENIN (27/2/2017), sekitar pukul 10.45, wanita berkaus merah tersebut sibuk menggiling bumbu dapur pesanan. Seraya menggendong anak bungsunya, Rika (3), wanita itu tetap menggiling bumbu dapur hingga selesai.
Tetesan keringat mengucur dari dahinya membasahi wajah ibu dua anak itu. Letihnya tidak terasa demi mencari tambahan nafkah bagi sang suami, Suroso (37), yang bekerja sebagai penyedia jasa percetakan undangan, kalender, dan lainnya.
Wanita itu Mulyani namanya. Setiap hari warga Desa Bangunan, Kecamatan Palas, membanting tulang mencari tambahan nafkah bagi keluarga kecilnya. Tidak begitu banyak yang didapatkannya dari penggilingan bumbu itu. Namun, Mulyani terus bersemangat.
Wanita kelahiran 1983 itu mulai menggeluti usaha penggilingan bumbu dapur tersebut baru beberapa tahun yang lalu. Baginya, apa pun jenis usaha yang dilakoni, yang penting usaha itu halal dan mencukupi kebutuhan sehari-hari.
"Baru beberapa tahun ini saya buka penggilingan bumbu. Saya hanya membantu suami. Ya, lumayan buat tambahan uang dapur, Mas. Yang penting, usaha saya ini halal dan kebutuhan tercukupi," kata dia.
Pendapatan dari jasa penggilingan tersebut, Mulyani tidak bisa menentukan hasil yang diperoleh. Sebab, jasa penggilingan itu bergantung pada banyaknya kebutuhan masyarakat dalam menggiling bumbu.
"Enggak menentu berapa penghasilan yang kami dapatkan. Kalau banyak yang mau hajatan atau nikahan, Alhamdulillah, penghasilan lumayan banyak. Yang jelas, saat Ramadan dan mendekati Idulfitri sudah pasti banyak," ujarnya.
Wanita yang kini menginjak usia 34 tahun itu mengaku setiap penggilingan bumbu dapur dibanderol seharga Rp4.000/kg. Untuk melengkapi, ia juga menjual jasa penggilingan beras dan kelapa.
"Kalau giling beras menjadi terigu ditarif Rp2.000/kg dan kelapa Rp5.000/baskom. Yang jelas, saya usaha untuk membantu suami. Hitung-hitung buat anak jajan, Mas," kata dia.