2012-12-20 09:02:00
Google Buat Manuskrip dari Laut Mati

JERUSALEM (Lampost.co): Google membuat perpustakaan daring yang berisikan manuskrip yang berasal dari laut mati. Dalam pengerjaannya, Google bekerja sama dengan Israel dan keduanya berhasil membuat versi digital dari beberapa naskah penting yang salah satunya adalah Kitab Kejadian yang tercantum di Perjanjian Lama.

Upaya yang disebut Israel sebagai penyelamatan dokumen penting itu dikritik oleh banyak kalangan sebagai monopoli sejarah karena hanya dilakukan oleh sedikit ahli.

"Hanya lima ahli yang dipilih untuk memasukkan naskah-naskah itu ke dunia maya," ujar Direktur Otoritas Barang Antik Israel Shuka Dorfman. "Mulai pekan ini, setiap orang bisa menyentuh lima ribu gambar manuskrip dari manapun."

Sebenarnya apa yang dilakukan Google dan Israel kali ini bukanlah yang pertama kalinya. Sebelumnya sudah ada lima gulungan naskah yang dibuat versi digitalnya.

Kelimanya diyakini sebagai tulisan yang dibuat rahib sekte Yahudi yang hijrah dari Yerusalem ke padang pasir dua ribu tahun yang lalu dan menetap di Qumran dekat Laut Mati.

Ratusan manuskrip ditemukan di beberapa gua itu berperan dalam perkembangan kitab suci agama Yahudi dan awal mula agama Kristen.

Proyek awal itu dilakukan selama dua tahun menggunakan teknologi yang dikembangkan oleh badan antariksa Amerika Serikat NASA.

Google berharap ke depannya bisa dilakukan lagi program digitalisasi buku-buku yang dinilai penting.

"Kami berusaha untuk mengumpulkan naskah budaya dan sejarah agar bisa awet sampai masa mendatang," ujar Kepala Divisi Penelitian dan Pengembangan Google Yossi Matias. (MI/L-4) foto: Reuters

komentar facebook