Grasi yang Berhasil

Ilustrasi grasi. republika.co.id

GRASI merupakan hak prerogatif seorang pemimpin negara untuk membatalkan vonis pengadilan dan membebaskan sang terpidana. Walau merupakan bentuk intervensi, grasi secara konstitusi tetap sah.
Nah... kik sangun adu diatokh, mak salah tiputusko (Nah... kalau memang sesuai aturan, tidak salah diputuskan).
Ternyata di Prancis, Presiden Francois Hollande harus mengeluarkan intervensinya yang kedua, baru pengadilan membebaskan terpidana. Terpidana perempuan itu dituduh membunuh suaminya yang diduga melakukan kekerasan.
Seperti dilansir Guardian, Hollande sempat mengeluarkan grasi parsial pada akhir Januari 2016, tetapi pengadilan dua kali menolaknya. Baru setelah intervensi berikutnya akhir 2016, perempuan yang dihukum 10 tahun penjara itu bebas.
Bang khua kali pai, ampai ngasil. Khepa kidah, wat-wat gawoh (Kok dua kali dulu baru berhasil. Bagaimanalah, ada-ada saja).