Gubernur Beri Aplaus Film The Nekad Traveler

Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo memberi aplaus untuk film Trinity The Nekad Traveler usai menonton film di bioskop XXI Mal Boemi Kedaton (MBK) Bandar Lampung. (Foto:Lampost)

BANDAR LAMPUNG--Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo memberi aplaus untuk film Trinity The Nekad Traveler usai menonton film di bioskop XXI Mal Boemi Kedaton (MBK) Bandar Lampung. Gubernur Ridho mengaku puas sebab filmnya mengambil kontras pengelolaan wisata di Indonesia, khususnya Lampung dengan Maldives.
"Dari segi destinasi memang sangat indah. Dibanding Filipina yang menjadi destinasi pada film itu terlihat masih tertinggal dibanding Indonesia," kata Ridho usai menonton film itu, Sabtu (4/3/2017) malam.
Menurut Ridho, selain pengelolaan destinasi yang baik, akses menuju lokasi juga harus ditingkatkan. "PR ke depan pengelolaan dengan manajemen yang baik, seperti askes jalan. Memang kebijakan pengelolaan wisata di Maldives mudah untuk dikelola pihak ketiga tanpa melepas kedaulatan suatu daerah," ujarnya.
Dalam acara gala premiere itu, Sekretaris Provinsi (Sekrprov) Sutono, Kepala Dinas Kesehatan Lampung Reihana, dan Asisten I Bidang Pemerintahan Sekprov Hery Suliyanto, dan Kadisduk Capil Lampung Achmad Saefullah ikut menonton. Kapolda Lampung Irjen Sudjarno dan Wakil Wali Kota Bandar Lampung Yusuf Kohar juga terlihat di Studio.
Sementara penonton lain berasal dari seluruh kabupaten/kota yang ada di Lampung. Sekitar 300-an tiket nonton diberikan khusus untuk warga yang ber-KTP luar Bandar Lampung. Lebih dari dua studio diperuntukkan warga luar Bandar Lampung yang disebar melalui kuis yang diadakan beberapa hari sebelum melalui akun-akun media sosial daerah.
Seniman fotografi dan videografi, Widiyoo Atok, yang juga Direktur Indonesia Memotret Lampung mengatakan pembuatan film Trinity The Nekad Traveller dengan pengambilan gambar di lokasi wisata Lampung bisa menjadi langkah awal Provinsi Lampung untuk terus mendorong kemajuan sektor pariwisata andalan.
"Sutradara ternama Rizal Mantovani saja tertarik melakukan pengambilan gambar di Lampung. Ini berarti lokasi wisata Lampung sangat menarik dan layak untuk menjadi destinasi unggulan di Indonesia, bahkan taraf internasional," kata Atok, Minggu (5/3/2017).
Menurut Atok, para seniman di bidang industri perfilman di Lampung bisa terus melanjutkan kemajuan wisata Lampung. Salah satunya dengan terus berkreasi dan mengeksplor potensi wisata Lampung dengan pembuatan film yang dikemas semenarik mungkin.
"Film Trinity The Nekad Traveller ini bisa menjadi pendorong yang memacu seniman Lampung untuk terus berkreasi. Bukan hanya keuntungan saja yang diperoleh, melalui dunia perfilman atau dunia digital saat ini promosi wisata dapat disebarkan lebih efektif untuk masyarakat luas," ujarnya.