Gubernur Lampung Dorong Inklusi Keuangan

Gubernur Lampung M Ridho Ficardo bersama Kepala OJK Lampung Untung Nugroho dan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Lampung Arief Hartawan menjadi narasumber dalam Bankers and Financial Executives Meeting 2017, di kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi La

BANDAR LAMPUNG -- Dalam rangka meningkatkan akses masyarakat terhadap lembaga keuangan formal khususnya perbankkan, Pemerintah Provinsi mendorong program layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuanganan inklusif (laku pandai). Laku pandai memungkinkan masyarakat mengakses perbankan dengan mudah melalui agen perbankan yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Lampung.
Gubernur Provinsi Lampung M Ridho Ficardo dalam sambutannya menyampaikan rencana-rencana pembangunan kedepan dalam aspek perekonomian. Ia juga mengatakan keunggulan komperatif terus dioptimalkan yang diberdayakan untuk keunggulan kompetitif daerah.
"Sektor-sektor yang bergerak diperekonomian terus kita benahi untuk mendorong inklusi keuangan. Kita juga terus melihat potensi lampung sebagai ketahanan pangan yang terus dikembangkan," katanya di depan kepala kanwil/cabang perbankan di Lampung dalam agenda Bankers and Financial Executives Meeting 2017 di Auditorium Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Senin (20/3/2017).
Kemudian juga ia menjelaskan untuk mendorong hal tersebut maka pihaknya terus mempacu pembanguanan infrastruktur seperti percepatan pembangunan tol Sumatera untuk bisa meningkatkan roda perekonomian daerah Lampung. Selanjutnya variabel-variabel perekonomian terus didorong untuk menyejahterakan masyarakat.
"Industri kreatif dan pariwisata terus dioptimalkan selain kawasan industri yang terus dikembangkan. Seperti industri maritim di Tanggamus yang juga di-support oleh nasional," katanya.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan, Untung Nugraha menyampaikan pencapaian kinerja yang telah dilakukan pihaknnya. Ia juga mengatakan pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan pertumbuhan sektor keuangan dan perekonomian di Provinsi Lampung.
"Secara umum kondisi perekonomian tumbuh stabil dan membaik dari tahun ke tahun. Pertumbuhan terus meningkat sejalan dengan pertembuhan perekonomian Lampung dan nasional," katanya dalam sambutannya.
Ia menceritakan di bulan Desember 2016 pihaknya memiliki aset sekitar Rp73 triliun untuk pertumbuhan perbankan di Lampung, angka tersebut akan terus meningkat. Sementara itu untuk perkreditan yang ada di Lampung mencapai angka Rp56 triliun di bulan Desember 2016.
"OJK terus mendorong sektor perbankan untuk meningkatkat dalam perkreditan untuk sektor ekonomi produktif dan usaha mikro, kecil, dan menengah yang tujuannya untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Komitmen kita juga akan terus bekerjasama dengan perusahaan asuransi dengan mengeluarkan produk yang mensitumulus para nelayan, petani dan peternak sapi yang bekerja sama dengan kementerian," katanya.
Kemudian OJK juga akan terus bersinergi bersama pemerintah mendorong perbankan seperti kredit usaha rakyat (KUR) di masyarakat dengan terus menambah jumlah bank. Ia juga mengatakan Provinsi Lampung masuk 10 besar di Indonesia dengan menempati peringkat IX dan menjadi urutan kedua di Pulau Sumatera.
"Program pelayanan keuangan tanpa kantor dalam rangka insklusi keuangan atau laku pandai terus digerakkan. Di Lampung ada 6.848 agen denga total nasabah yang dihimpun sekitar 5.242 nasabah dengan total tabungan Rp3,97 miliar," katanya.
Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Provinsi Lampung, Arief Hartawan mengatakan pihaknya terus mengoptimalkan peluang ekonomi mengakselrasi pertumbuhan perekonomian di Sang Bumi Ruwa Jurai. Meskipun secara nasional dan lampung pertumbuhan perekonomian masih melandai di rasio 20% namun pihaknya optimistis akan terus mengoptimalkan upaya peningkatan perekonomian.
"Maka dari itu kita harus melakukan perbuatan untuk perubahan. Segala akses untuk pertumbuhan tersebut harus ada komitmen dengan Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota untuk terus dibuka untuk mendorong perekonomian dan keuangan yang terus berputar lebih banyak di Lampung," katanya.