Guide, Sosok Penting Promosikan Objek Wisata

Ilustrasi pemandu wisata (guide). leavco.com

PENGEMBANGAN pariwisata di Lampung membutuhkan kerja sama dari semua unsur yang terlibat di dalamnya. Tak terkecuali pramuwisata atau guide yang turut mempromosikan keunggulan destinasi wisata.
Meski masih dianggap kurang dibutuhkan, tugas pramuwisata sangat penting dalam mendukung pengembangan dunia pariwisata. Sebab, mereka memiliki tugas yang cukup berat sejak awal kedatangan wisatawan hingga selesainya acara melancong sang turis.
Seorang pramuwisata dituntut bisa mengatur wisatawan, baik rombongan maupun perorangan yang mengadakan perjalanan dengan transportasi yang tersedia, kemudian memberikan penjelasan tentang rencana perjalanan dan objek wisata, serta memberikan penjelasan mengenai dokumen perjalanan, akomodasi, transportasi, dan fasilitas wisatawan lainya.
Selain itu, membantu mengurus barang bawaan wisatawan. Lalu yang terpenting adalah memberikan petunjuk tentang objek wisata yang akan dituju.
Sang pramuwisata dituntut menguasai sejarah atau kondisi objek wisata yang bakal dituju. Hal itu agar para wisatawan mengetahui asal usul destinasi yang dikunjunginya.
Kebutuhan akan pramuwisata diakui Sekretaris Dinas Pariwisata Lampung Hanita Farial. Sebab, menurutnya, semua pihak yang bergerak di bidang pariwisata, termasuk pramuwisata, harus bersinergi untuk meningkatkan kualitas. Kehadiran pramuwisata bisa memberikan kepuasan wisatawan, baik dalam hal pengetahuan soal lokasi wisata maupun sarana dan prasarana lainnya yang mumpuni.
"Perkembangan pariwisata sudah meningkat dan mampu bersaing dengan daerah lainnya yang ditandai kemajuan pariwisata di Lampung tumbuh signifikan. Hal tersebut dapat dilihat dari perkembangan hotel, restoran, dan travel agent. Pemerintah Lampung pun terus melakukan pembenahan infrastruktur secara bertahap. Maka pramuwisata yang notabene adalah masyarakat Lampung juga harus ikut berbenah," ujarnya.

Sertifikasi
Pemprov juga sudah melakukan pembinaan dan perbaikan infrastruktur. Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) sebagai tourist guide dan asosiasi yang akan melakukan pelayanan bagi pariwisata Lampung saat ini juga harus memberikan layanan produk terbaik saat memandu turis mancanegara.
"Maka PHI harus berinovasi dan bersinergi kepada Pemprov Lampung untuk mewujudkan hal itu," kata Hanita.
Menurutnya, pramuwisata Lampung merupakan ujung tombak industri pariwisata karena merekalah yang akan menceritakan keindahan Lampung secara perinci. "Mereka adalah suara pariwisata. Kami selalu memberi pembinaan SDM agar mereka bisa lebih berkompetensi dalam pariwisata Indonesia," katanya.
Untuk meningkatkan kualitas SDM, pihaknya juga akan melakukan pelatihan dan memberikan sertifikasi bagi pramuwisata yang berkompeten. "Upaya ini agar bisa bersaing ke nasional sebab perkembangan pramuwisata saat ini sudah terlihat sangat baik, keberadaan pramuwisata sangat dibutuhkan Asita," katanya.
Keinginan Pemprov Lampung disambut baik Ketua HPI Lampung Bhakti Setiadi Negara. Pihaknya akan merangkul semua pihak agar HPI berjalan lancar sesuai AD/ART. "Kami akan mendata ulang pemandu wisata se-Lampung dengan jelas dan akan di-input ke dalam database," ujarnya.
Selain itu, pihaknya akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terlebih kemampuan bahasa asing, yakni bahasa Inggris dan Mandarin, karena melihat jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Lampung terus meningkat. "Kami edukasi bahwa guide yang baik seperti apa sehingga nantinya akan menjadi pramuwisata profesional. Memang kekurangan guide kami saat ini yakni kemampuan bahasa asing dan pengetahuan, juga kemampuan menguasai objek wisata,” katanya.
Kualitas pramuwisata akan didukung melalui pelatihan dan penyerahan sertifikat kompetensi yang dikeluarkan Badan Standardisasi Nasional Pariwisata (BSNP).