Hadiri Peringatan Hari Antikorupsi, Kajari Tanggamus Minta Kepala Pekon Hati-hati Susun Anggaran

Kejari Tanggamus Taufan Zakaria (baju cokkat kanan) berfoto bersama usai memperingati Hari Antikorupsi di Balongkuring, Pringsewu, Rabu (7/12/2016). LAMPUNG POST/WIDODO

PRINGSEWU -- Kepala Kejaksaan Negeri Tanggamus Taufan Tubagus Zakaria membuka peringatan Hari Antikorupsi Internasional di aula Balongkuring, Pringsewu, Rabu (7/12/2016). Peringatam Hari Antikorupsi ini di hadiri Kacabjari Pringsewu Rolando Ritonga, Ketua Apdesi Kabupaten Darwis Ekalaya, ketua-ketua Apdesi kecamatan se-Pringsewu, kepala satuan kerja perangkat daerah, dan aktivis mahasiswa.

Menurut Taufan, peringatan Hari Antikorupsi bertujuan untuk menggerakkan motivasi dalam rangka pencegahan korupsi. Kegiatan ini juga sebagai upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya korupsi.

Taufan menjelaskan akhir-akhir ini pemberitaan di media tentang korupsi sangat dahsyat. Pelaku korupsi sudah menjalar ke segala lini, aparatur Pemkab, legislatf, dunia pendidikan, dan aparatur pekon.

Kajari berpesan kepada kepala pekon untuk hati-hati dalam menyusun angaran sehingga tidak terjerat kasus korupsi. Menurut dia, meskipun sosialisasi pencegahan korupsi gencar dilaksanakan, tapi korupsi masih marak.

Ia menilai korupsi hampir sama dengan penyakit masyarakat, sehingga lebih baik mencegah daripada mengobati. Modus yang dilakukan oknum sangat banyak seperti mark up, lelang tidak transparan, pengadaan barang dan jasa, proyek yang seolah-olah sudah selesai 100 persen.

Kacabjari Pringsewu Rolando Ritonga menyatakan kegiatan pencegahan antikorupsi akan terus dilakukan di wilayah Pringsewu. Pencegahan lebih baik dari pada penindakan.