Harga Anjlok, Petani Lambar Biarkan Tomat Membusuk

Petani tomat di Pekon Gunung Sugih, Kecamatan Balikbukit, Lampung Barat, membiarkan tomat siap panen membusuk di batang karena harga anjlok. (Foto : Lampost/Aripsah)

LIWA--Harga tomat di Lampung Barat anjlok. Untuk mengurangi kerugian, petani membiarkan tomat membusuk di pohon.

Petani tomat di Pekon Gunungsugih, Kecamatan Balikbukit, Darus (45), membiarkan ratusan kilogram tomat siap panen membusuk di batang karena tidak laku dijual di pasaran. ”Kalau mau tomat, ambil saja sebanyak-banyaknya sebelum nanti mau dicabut buat persiapan menanam lagi,” kata Darus, Senin(6/3/2017)

Menurut Darus, ia dan petani lainnya terpaksa membiarkan tomat tidak dipanen karena harga jual tidak sebanding dengan upah panen. ”Sebetulnya bukan tidak laku, tetapi antara harga jual dengan upah panen dan pembelian kotak tidak seimbang. Makanya lebih baik dibiarkan ketimbang tambah rugi,” kata dia.

Dijelaskan Darus, harga jual tomat dari petani ke pengepul per kilogram sebesar Rp400. Sementara harga kotak berkapasitas 40 kg Rp10 ribu dan upah panen sehari berkisar Rp50 ribu. “Kalau satu orang sehari bisa metik 10 peti berarti dapat 400 kg, dikali harga Rp400/kg diperoleh Rp160.000. Sedangkan beli 10 kotak Rp100 ribu dan upah panen Rp50 ribu/hari jadi pengeluaran Rp150 ribu. Belum biaya makan dan rokok,” ujarnya.