Harga Dua Komoditas Unggulan Tubaba Anjlok

Ilustrasi. (Foto : Dok Lampost)

PANARAGAN--Petani singkong di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) mengeluhkan harga jual singkong dan getah karet yang kembali merosot pasca pilkada.

Petani singkong di Kecamatan Tulangbawang Tengah, Mahmudi, mengatakan harga singkong sempat naik menjadi Rp745/kg sepekan sebelum pilkada. "Setelah pilkada malah turun lagi," kata dia, Kamis (9/3/2017). Menurut dia, harga bersih diterima petani tidak lebih dari Rp 600/kg.

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Tubaba, Dedi Priono, mengaku prihatin atas merosotnya harga singkong. Menurut dia, harga jual tidak sesuai dengan biaya tanam dan perawatan yang telah dikeluarkan petani.

"Jika pemerintah tidak segera ikut campur, petani singkong bisa gulung tikar. Biaya yang dikeluarkan mencapai Rp9 juta-Rp10 juta per hektare. Dengan kondisi harga saat ini tidak lagi sesuai dengan biaya produksi," kata dia.

Selain harga singkong, komoditas getah karet ikut juga merosot, sehingga perputaran ekonomi warga Tubaba yang mayoritas perkebun karet dan singkong menurun.

"Itulah kondisi sebenarnya di sini, belum lagi di perparah dengan datangnya musim penghujan yang membuat pohon karet tidak bisa disadap," ujar Dedi.

HKTI Tubaba berharap pemerintah dapat mencari solusi merosotnya harga singkong dan karet, unggulan Tubaba.