Harga Ikan Tuhuk di Krui Tinggi Rp50 Ribu/ Kg

Ikan tuhuk. 1.bp.blogspot.com

KRUI -- Harga ikan tuhuk (blue marlin) yang merupakan ikan yang menjadi ikon Kabupaten Pesisir Barat selain pohon damar, saat ini masih tinggi. Hal itu disebabkan cuaca ekstrem yang masih terjadi di wilayah kabupaten itu sehingga nelayan kesulitan melaut.
Di pasar ikan Way Batu Kelurahan Pasar Krui, Kecamatan Pesisir Tengah, menurut Mulyadi, seorang penjual ikan di lapak ikan pasar setempat, kepada Lampung Post, Kamis (23/2/2017), sejak dua bulan lalu harga tuhuk terbilang tinggi. Penyebabnya cuaca ekstrem yang masih sering terjadi.
"Kalau sekarang agak turun sekitar Rp50 ribu/kilogram (kg), dua pekan lalu masih mencapai Rp65 ribu/kg. Kalau kondisi normal harga tuhuk memang berkisar Rp25 ribu-Rp35 ribu/kg," kata dia disela melayani para pembeli yang datang.
Namun, kata dia, meski cuaca tak menentu seperti sekarang, suplai tuhuk kepada para pedagang di tempat itu setiap harinya terus ada. Sebab para nelayan setempat tetap mendapatkan tangkapan tuhuk dengan memanfaatkan selang waktu dan hari yang saat cuaca laut normal.
Menurut dia, meski harga tuhuk terbilang mahal dibanding dengan ikan jenis lain seperti tongkol yang hanya dijual Rp25 ribu/kg, daya beli masyarakat dan kalangan pengusaha kuliner di kabupaten itu terhadap daging tuhuk tinggi.
"Ya pasokan tuhuk terus ada setiap hari, tetapi memang harganya sekarang agak tinggi, tetapi antusias warga membelinya tetap tinggi. Contohnya ini ikan tuhuk yang baru kami terima dari nelayan setempat beratnya sekitar 100 kilogram (Kg) , paling dua hari sudah habis terjual, konsumen utama yaitu tukang bakso ikan yang setiap harinya membutuhkan daging tuhuk sebagai bahan membuat bakso," kata Mulyadi.
Sementara untuk konsumsi keluarga, kebanyakan warga di Krui, daging tuhuk dibuat gulai santan atau digoreng, bersama sayur mayur lainnya, yang menjadi lauk lezat untuk dinikmati.