Harga Karet Kering di Tiga Kabupaten Mulai Membaik

Ilustrasi karet. Dok. Lampost.co

MENGGALA -- Petani karet di beberapa pekan ini kembali tersenyum memasuki pengujung tahun, harga karet mentah kering di sejumlah kabupaten di Provinsi Lampung mulai membaik yang sebelumnya Rp6.000/kg mulai naik hingga Rp9.000/kg bahkan Rp10.000/kg.
Pemantauan Lampung Post, membaiknya harga karet ini benar-benar disambut suka cita para petani karet. Mereka sangat berharap harga karet terus pulih hingga harga normal sebelum jatuh yakni mendekati angka Rp20 ribu/kg.
Sedangkan harga karet yang masih basah dan baru disadap mencapai Rp4.500 hingga Rp5.000.
Keterangan yang dihimpun Lampung Post, Senin (2/1/2016) harga karet mentah kering yang sebelumnya sempat jatuh ke angka Rp6.000-Rp7.000/kg, sejak awal Desember 2016 sudah bergerak ke angka Rp9.000-Rp10 ribu/kg.
Saat dikonfirmasiLampung Post, Tarmizi (40), petani karet asal Menggala mengaku bersyukur harga karet mulai berangsur membaik sejak awal bulan Desember 2016 lalu. "Perubahan harga karet tidak sekaligus naik, melainkan berangsur-angsur. Sebelumnya saat harga karet kering anjlok hingga Rp6.000/kg, umumnya petani sudah tidak menyadap karetnya karena upah sadapnya saja sudah Rp5.000/kg, jadi jujur kita sangat sedih karena tidak menghasilkan apa-apa," ujarnya.
"Kami bersyukur harga karet sudah membaik, teman-teman petani saat ini sudah mulai senang karena kenaikan ini. Semoga nantinya harga karet bisa berangsur membaik dan mencapai harga normal hingga Rp20 ribu/kg," ujar Tarmizi.
Dia juga mengatakan dengan kenaikan harga karet ini, petani di wilayahnya mulai rajin menyadap karet. "Apalagi saat ini harga singkong juga jatuh sehingga karet inilah menjadi andalan kami untuk menyambung hidup. Alhamdulillah harganya sudah berangsur naik," sambungnya.
Di tempat yang sama, petani asal Mesuji, Rudi Hartono, yang juga kerabat Tarmizi, di Mesuji khususnya di Kecamatan Wiralaga, mengakui harga karet kering mulai membaik. "Tapi yang harganya Rp10 ribu/kg adalah karet yang sudah disimpan sebulan.
Kalau yang baru disadap sepekan dan kandungan airnya masih tinggi cuma Rp4.500 ribu/kg. Tapi syukurlah sudah ada kenaikan. Kami berharap harga karet terus membaik hingga harga normal sebelum jatuh tempo hari yakni Rp18 ribu/kg," kata Rudi.
Dia mengakui sejak harga karet jatuh hingga Rp5.000/kg selama hampir lebih setahun belakangan ini kehidupan petani karet babak belur.
Sementara itu di Tulangbawang Barat, menurut Taupik, warga Penumangan, Tulangbawang Barat, harga karet basah yang tadinya sempat Rp5.000/kg kini turun menjadi Rp4.500/kg atau turun Rp500.
"Di Tulangbawang Barat, harga karet basah sepanjang Desember 2016 Rp5.000, sedangkan awal Januari 2017 kembali turun menjadi Rp4.500/kg," ujar Taupik.