Harga Komositas Pengaruhi Bisnis Ponsel dan Pakaian di Unit II

Harga komoditas pertanian mempengaruhi denyut bisnis di pasar Unit II Tulangbawang. (Foto:Lampost/Merwan)

MENGGALA -- Harga komoditas mempengaruhi bisnis lainnya di Tulangbawang, termasuk bisnis konter penjualan handphone dan pulsa.

Di kawasan jalan lintas pasar Unit ll, Banjaragung, Tulangbawang, berderetnya usaha konter Hp mengalami kelesuan terimbas anjloknya harga komoditas pertanian dan dengan ketat persaingan konter.

Rini (36), pemilik konter Angle Cell di Pasar Unit ll, usaha yang ia geluti sejak tahun 2009 itu masih bertahan sampai dengan saat ini. Meskipun persaingan usaha disini sangat ketat.
"Saya sudah hampir delapan tahun menjalani usaha menjual Hp dan isi ulang pulsa, syukur sampai sekarang masih berjalan," katanya kepada Lampost.co, Minggu (8/1/2017).
Menurutnya, bisnis itu biasa terjadinya naik turun keadaan omset yang tergantung dengan keadaan ekonomi masyarakatnya.

"Di sini kan banyak yang berkebun singkong dan karet, kalau harga singkong dan karet naik pasti pembeli hp dan pulsa juga juga meningkat. Kalau posisi sekarang ya masih standar-standar ajalah," jelasnya.

Sementara Yohanes (50) pemilik konter Mitra Jaya Cell mengatakan untuk saat ini peluang usaha konter sudah mulai susah, karena konter sudah banyak dan ada di mana-mana.
"Persaingan usaha konter sekarang sudah ketat, banyak konter banyak pilihan bagi konsumen," ujarnya.

Hal serupa diuangkapkan pedagang pakaian di bilangan pasar tersebut, Amri, yang mengaku omsetnya sangat dipengaruhi harga komoditas pertanian.
"Kalau harga karet dan singkong mahal, peluang penjualan meningkat. Tapi, kalau dua komoniditas itu anjlok, pasar juga jadi sepi, " ujarnya.