Harga Singkong di Tuba dan Tubaba Naik Jadi Rp750/Kg

Ilustrasi singkong. dok. Lampost.co

MENGGALA -- Harga singkong di Kabupaten Tulangbawang (Tuba) dan Tulangbawang Barat (Tubaba) masih bertahan Rp750 per kilogram. Harga ini naik dari tahun sebelumnya yang hanya Rp685 per kilogram.
"Karena ini awal tahun, makanya harganya naik. Kalau akhir tahun lalu masih berkisar Rp685/kg," ujar Kepala Personalia PT BBSW Tulangbawang, Ahmad kepada Lampung Post, Selasa (3/1/2017).
Dia mengatakan naiknya harga singkong tersebut selain karena kurangnya panen warga juga sedikitnya stok barang yang masuk ke perusahaan. "Selain stok berkurang, penyebabnya juga karena awal tahun," kata dia.
Ahmad mengatakan harga Rp750 tersebut merupakan harga di tingkat pabrik dengan potongan 20-25 persen. Harga tersebut akan disesuaikan dengan jenis singkong dan kadar airnya. "Kita juga melihat barangnya karena ada juga barang yang datang tidak sesuai dengan standar pabrik," kata dia.
Menanggapi naiknya harga singkong tersebut, sejumlah petani mengaku gembira. Namun, kenaikan tersebut belum sesuai dengan harapan petani karena masih belum sesuai dengan biaya yang dikeluarkan petani. "Kalau harga Rp750 itukan masih harga kotor. Makanya, bujet biaya yang dikeluarkan belum sesuai dengan yang dikeluarkan petani," ujar Mulkan, salah seorang petani singkong di Tubaba.
Dalam hitungan biaya, kata Mulkan, dalam setiap hektare petani mengeluarkan biasa dengan kisaran Rp7 juta-Rp9 juta. Angka tersebut akan tertutup jika per hektare petani dapat menghasilkan 30 ton. "Yang bersih diterima petanikan hanya Rp500 per kg. Itu belum belum termasuk potongan pabrik," kata dia.