2013-03-09 18:22:00
Hercules dan 49 Anak Buahnya Jadi Tersangka Tindak Premanisme

JAKARTA (Lampost.co): Polda Metro Jaya menetapkan tokoh pemuda asal Timor-Timur, Hercules Rosario Marshal, beserta 49 orang anak buahnya sebagai tersangka kasus pemerasan, perlawanan terhadap petugas kepolisian, serta kepemilikan senjata tanpa ijin. Kelompok yang ditangkap pada Jumat (8-3) sore ini pun dibui di Rumah Tahanan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.

"Kita pilah-pilah siapa berbuat apa dan langgar pasal apa. Dari 51 orang yang ditangkap, 50 diantaranya terbukti melakukan pelanggaran hukum dan dikenakan penahanan," tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Rikwanto, di Jakarta, Sabtu (9-3)

Penetapan tersangka ini didasarkan hasil penyelidikan selama kurang lebih 18 jam sejak penangkapan. Kepada Hercules, lanjut Kabid Humas, penyidik menjeratnya dengan Pasal 160 UU KUHP tentang Penghasutan, Pasal 214 UU KUHP tentang Perlawanan Kepada Petugas yang Sah, dan UU Darurat No. 12 tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api Ilegal.

"Ancaman maksimalnya bisa mencapai 20 tahun penjara," ungkapnya. "Hercules juga dikenakan ancaman (pasal) pemerasan," imbuhnya.

Kepala Sub Direktorat Reserse Mobil (Resmob) Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan menambahkan, pengenaan UU Darurat ini dilakukan lantaran adanya penemuan senjata api jenis FN bersama dua magasin berisi 27 peluru dari hasil penggeledahan di rumah yang bersangkutan di Komplek Kebun Jeruk Indah.

"(Pistol FN) ini buatan Pindad. Ini masih aktif," ujar Herry. Salah satu penyidik setingkat Kanit menyatakan, senjata jenis ini lumrah dimiliki kalangan tentara. Namun, saat dimintai nomor seri senjatanya, Direktur Ditreskrimum Kombes (Pol) Toni Harmanto menolaknya."Buat apa? Nanti kita aja yang menyelidikinya," cetusnya.

Sementara, lanjut Rikwanto, 49 orang yang terkait aktivitas premanisme dengan Hercules dijerat dengan pasal bervariasi, sesuai tindak pelanggaran saat insiden berlangsung. Yakni, pasal perlawanan terhadap petugas, pengrusakan fasilitas umum secara bersama-sama, pemerasan, dan pasal kepemilikan senjata api ilegal dan senjata tajam.

Herry mengatakan, kepolisian juga menyita sejumlah barang bukti. Ini dilakukan setelah Unit Identifikasi Polda Metro Jaya menggeledah empat unit mobil milik anak buah Hercules yang disita dari Srengseng, Kebangan, Jakbar, Sabtu (9-3) pagi.

Pemeriksaan pertama, terhadap Daihatsu Terios bernomor polisi B 1133 UVD. Selain ditemukan identitas atas nama Franky Kili-Kili, didapat ia sebilah golok, satu senjata api jenis revolver warna perak, enam butir peluru, senapan angin laras panjang serta 10 bungkus peluru, peluru gotir, tas berisi kayu satu potong, BPKB, uang Rp 300 ribu, satu unit ponsel, pisau, cincin, batu bulat dua buah, dua silinder, dan satu buah tabung gas. ditemukan pula, sebuah kartu intelejen atas nama Franky. Rikwanto mengaku kepolisian masih menyelidiki keabsahannya.

Mobil kedua yang diperiksa adalah Daihatsu Grand Max putih dengan nomor polisi yang sudah dilepas. Penyidik menemukan sebilah golok dan samurai di dalamnya. Mobil ketiga, yakni Suzuki APV berwarna silver bernomor polisi B 1348 SOO, tak berisi barang butki apapun. Di pemeriksaan terakhir, yakni Isuzu Panther berwarna hijau dengan nomor polisi B 2443 GO, polisi mendapatkan sebilah sangkur, pisau, satu unit handphone, gunting rumput, dan petasan besar.

Selain barang bukti yang ditemukan drai penggeledahan empat mobil itu, polisi juga menyita sejumlah barang dari para pelaku di lapangan. Yang antara lain, senjata air soft gun, parang, dua buah anak panah beserta busurnya, satu buah ketapel dan beberapa anak ketapel terbuat dari paku, dna uang tunai Rp 5,9 juta. (MI/L-4)

komentar facebook