Ibu

Susilowati, wartawan Lampung Post

"LE, sudah sungkem sama ibumu?" kata Mak Yun.
"Emang Lebaran, mengapa harus sungkem?"
"Sungkem bukan hanya Lebaran, Le?"
"Ya sungkem itu paling banyak dilakukan Lebaran, Yun, dan kalau mau menikah, lah ada apa lagi kok pake sungkem?"
"Hehe, kamu lupa ya, kita harus banyak sungkem pada ibu dan ayah, mamak dan bapak, mama dan papa, khususunya ibu, mamak, mama, atau mami. Lah, kamu lupa kalau tanggal 22 Desember itu Hari Ibu, hari mamak, seharusnya kita sungkem pada mamak, pada ibu yang melahirkan kita di Hari Ibu."
"Wah, kamu jadi ikut-ikutan membahas Hari Ibu, hari mamak, kayaknya dulu enggak ada Hari Ibu, Yun, tetapi kita semua hormat dan patuh sama mamak, kita semua sayang mamak. Lah sekarang ada Hari Ibu, tetapi makin banyak anak yang melawan orang tua."
"Hehe, Le, kamu jangan menyalahkan Hari Ibu-nya atau yang mengadakan Hari Ibu. Ada hari ibu saja anak banyak yang melawan, apa lagi tidak ada."
"Saya itu tidak menyalahkan siapa-siapa, Yun, saya menyalahkan anak yang melawan orang tua. Dari zaman ke zaman, anak yang melawan orang tua, khususnya ibu, itu dilarang agama, agama apa pun."
"Ya, Le, Hari Ibu itu mengingatkan kita untuk mengenal diri lagi sebagai anak yang lahir dan tumbuh dari seorang ibu. Karena ibulah kita bisa menjadi seperti sekarang ini."
"Iya, Yun, dan kita beruntung menjadi anak yang mempunyai ibu seperti ibu-ibu kita karena mereka punya waktu penuh untuk kita, menemani bermain, belajar, bahkan buang hajat."
"Maksudmu?"
"Ya, anak-anak sekarang tidak seberuntung kita, Yun, anak sekarang banyak yang sudah ditinggal ibunya sejak pagi pergi kerja. Makan yang nyuapi pembantu, belajar yang nyuapi pembantu, eh yang nyebokin pembantu."
"Loh, ya enggak semua, Le?"
"Tetapi rata-rata, Yun, sesayang-sayangnya pembantu, ya tetap sayang mamak kita. Makanya kita beruntung."
"Iya ya, Le, tetapi kita tidak bisa menyalahkan ibu masa kini juga. Sebab mereka bekerja juga untuk anak."
"Ya, tetapi bekerja, mencari uang, bukan satu-satunya cara menyayangi anak. Anak juga butuh perhatian, butuh kasih sayang, butuh cinta."
"Iya, semoga bekerja tidak membuat ibu melalaikan anak-anak mereka. Dan semoga anak-anak juga makin sayang pada ibunya, juga ayahnya. meski ini zaman gadgeg, kasih sayang orang tua dan anak tetap yang utama." n