Incar Anggota Parlemen, Taliban Serang Kantor Pemerintahan Afghanistan

Bus yang membawa warga sipil Afghanistan (Foto: Guardian)

Kabul -- Kelompok militan Taliban mengaku bertanggung jawab pada serangan yang baru saja terjadi di kantor pemerintahan Afghanistan yang menewaskan 30 orang dan melukai 70 lainnya.

"Kami menargetkan anggota parlemen, terutama dari pasukan keamanan Afghanistan dan kami berhasil," kata kelompok militan yang mayoritas berbasis di Afghanistan dan Pakistan ini.

Dilansir Guardian, Rabu (11/1/2017), namun para pejabat pemerintahan Afghanistan mengklaim bahwa orang-orang yang tewas adalah warga sipil, bukan anggota parlemen.

"Tetapi, seorang kepala intelijen lokal dan empat polisi termasuk di antara yang tewas. Setelah ledakan pertama, polisi dan intelijen bergegas ke tempat kejadian dan terjebak di mobil yang meledak kedua kalinya," ucap salah seorang pejabat pemerintahan.

Insiden ini terjadi dua kali dengan menggunakan bom mobil. Terjadi pada pukul 15.45 waktu setempat, dua bom mobil ini meledak saat para pegawai negeri sedang bersiap untuk pulang.

Ini adalah serangan terbaru dari Taliban di Afghanistan sejak November 2016 kemarin, ketika sebuah bom bunuh diri menewaskan lebih dari 30 orang yang sedang berdoa di masjid.

Pekan lalu, pejabat dari Amerika Serikat mengumumkan bahwa sekitar 300 marinir akan dikerahkan di Provinsi Helmand untuk pertama kalinya sejak 2014. Dikabarkan, pasukan akan tiba pada musim semi tahun ini.

Pasalnya, Taliban pun kerap menyerang Provinsi Helmand di Afghanistan. Sebelum insiden ini, Taliban berhasil menewaskan tujuh orang di Lashkar Gah, ibu kota Provinsi Helmand.

Taliban mengaku sengaja menyerang sebuah wisma penginapan yang saat itu ditempati oleh seorang anggota keamanan Afghanistan.