Indahnya Salat Jumat Pertama di Masjid Baitussobur 99 Cahaya

Sejumlah umat muslim di Tulangbawang Barat mengikuti salat jumat pertama di Masjid 99 Cahaya Baitussobur, Jumat (6/1/2017). Lampung Post/Ahmad Sobirin

PANARAGAN -- Jumat, 6 Januari 2017, bertepatan dengan 7 Rabiul akhir 1438 Hijriah menjadi hari pertama umat muslim di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) melaksanakan salat jumat berjemaah di Masjid 99 Cahaya Baitussobur.
Pemantauan Lampung Post, suasana pelaksanaan salat jumat pertama di masjid tanpa kubah, yang berada di jalan raya Panaragan, Kecamatan Tulangbawang Tengah itu berjalan dengan khusyuk dan lancar, sebagaimana salat jumat pada umumnya.
Lantunan ayat-ayat suci Alquran yang dibacakan imam salat jumat, berpadu dengan suara alam dan tiupan angin semilir membuat puluhan jamaah terlihat khusuk mengikuti rangkaian ibadah, Jumat (6/1/2017) siang itu.
Di Jumat pertama itu, sebagian besar jemaah adalah karyawan satuan kerja perangkat daerah (SKPD)Tubaba. Tampak hadir, Asisten I Agus Subagiyo, Kepala Dinas PU Iwan Mursalin, Kepala Kesejahteraan Masyarakat Mansyur Yoesoef, Kepala Dinas Perhubungan Hariyanto dan sejumlah kepala SKPD mengikuti salat perdana ini.
Dan beberapa jemaah yang sengaja datang setelah mendengar kabar dimulainya kegiatan ibadah salat jumat di masjid yang cukup fenomenal tersebut.
Mereka datang tidak hanya dari tiyuh sekitarnya masjid, tapi ada yang berasal dari Tiyuh Tirta Makmur, Pulungkencana, Kagunganratu, dan dari Kelurahan Panaragan sendiri.
Selepas salat, Aris Susilo, jemaah dari Kelurahan Panaragan mengaku sangat bersyukur masjid kebanggaan warga Tubaba ini telah difungsikan selayaknya masjid pada umumnya.
"Saya berharap masjid ini menjadi simbol benteng kita dalam berbudaya, selain sebagai tempat ibadah juga tempat wisata religi, ini kegiatan pertama untuk selamanya," ujarnya.
Aris mengajak semua umat Islam untuk memakmurkan masjid khususnya Masjid 99 Cahaya tersebut. "Kewajiban itu bukan hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan semua umat Islam memiliki kewajiban serupa," kata dia.
Hal senada juga dikatakan jemaah lainya. Selain bersyukur dapat mengikuti ibadah salat jumat untuk pertama kalinya di masjid terbesar di Tubaba itu, mereka berharap beberapa fasilitas ibadah yang belum tersedia dalam waktu dekat dapat dilengkapi.
Seperti satir/pembatas antara jemaah pria dan wanita yang belum ada. "Sama parkir kendaraannya Mas, yang terlalu sempit dan jauh itu sedikit mengurangi kekhusyukan saat saya tinggal beribadah," ujar Joko, warga Pulungkencana.