Indeks Risiko Bencana Tinggi, BNPB Adakan Simulasi kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi di Tanggamus

Pemkab Tanggamus dan BNNP mengadakan simulasi penanggulangan bencana gempa bumi dan tsunami, Rabu (14/12/2016). LAMPUNG POST/ABU U

KOTA AGUNG -- Pemerintah Kabupaten Tanggamus bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat melaksanakan simulasi kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan tsunami. Kegiatan ini dipusatkan di lapangan kompleks perkantoran Pemkab setempat, Rabu (14/12/2016).

Tanggamus terpilih karena wilayahnya termasuk deretan 12 kabupaten/kota se-Indonesia yang rentan gempa bumi dan tsunami. Berdasarkan indeks risiko bencana Indonesia (IRBI), Tanggamus mencapai 201,2. Angka tersebut terbesar di Pulau Sumatera.

Sekkab Tanggamus Mukhlis Basri yang mewakili Bupati Tanggamus Bambang Kurniawan mengatakan simulasi bencana tersebut sangat penting untuk dilaksanakan, terutama sebagai langkah persiapan menghadapi bencana.

Hal itu mengingat secara geografis, geologi, hidrologis, dan demografis Tanggamus wilayah rawan bencana. Setiap bencana berpotensi menimbulkan korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis bagi masyarakat.

"Karena itu Pemkab melalui BPBD Tanggamus gencar sosialisasi antisipasi ke masyarakat. Ini menjadi urusan wajib kami dalam memberikan pelayanan dasar dan perlindungan. Dimulai dari prabencana, tanggap darurat, dan pascabencana," kata Mukhlis.

Salah satu bencana yang paling berpotensi melanda wilayah pesisir Tanggamus adalah tsunami. Jika merujuk pada analisis Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ketinggian gelombang berkisar 5—11 meter.

Kepala BPBD Tanggamus Ovi Ariansyah didampingi Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Syarif Zulkarnain menjelaskan tiga faktor pemicu tsunami di Tanggamus. Adanya letusan Gunung Anak Krakatau (GAK), bergeser/patahnya lempeng benua Eurasia-Indoaustralia, dan patahan sesar Semangko.

"Bila terjadi gempa di atas 7 skala Richter (SR) dan berpotensi tsunami, sirine peringatan akan ditekan. Kemudian masyarakat akan diarahkan ke jalur evakuasi dan dikumpulkan di titik aman, Taman Kota Kotaagung," ujarnya.

Simulasi melibatkan 400 personel yang terdiri dari anggota TNI/Polri, PMI, Tagana, BPBD Tanggamus, SKPD, dan masyarakat. Dalam simulasi itu memperagakan 75 adegan simulasi dalam waktu setengah jam.