Ingin Sendi Tetap Sehat? Jangan Malas Bergerak

(Foto: Huffington Post)

Jakarta -- Ingin sendi tetap sehat, jangan malas bergerak. Pasalnya, sedentary living alias gaya hidup minim gerak berisiko memicu gangguan sendi.

"Sedentary lifestyle makin banyak dilakukan masyarakat sekarang ini. Kerja duduk di depan komputer berjam-jam atau anak kuliah yang lebih banyak duduk dan menggunakan waktu luang untuk main gadget," ujar dokter spesialis kesehatan olahraga Ade Tobing pada peluncuran program Sayangi Sendi oleh PT Kalbe Farma di Jakarta, pekan lalu.

Ia menjelaskan, semakin seseorang jarang bergerak, otot-otot akan semakin lemah dan area sendi pun menjadi kaku, lama-kelamaan, sendi pun rusak. Kerusakan sendi akan semakin cepat pada orang yang berpostur gemuk.

Selain karena malas bergerak, kerusakan sendi juga bisa disebabkan postur tubuh yang keliru seperti berdiri dan berjalan dengan tubuh cenderung membungkuk, duduk menggelosor, dan mengangkat benda berat dengan posisi tubuh yang salah.

Karena itu, lanjut Ade, penting bagi seseorang yang lebih banyak duduk dalam pekerjaannya untuk melakukan peregangan dua jam sekali. Selain itu, jaga postur tubuh tetap tegak saat berdiri, berjalan, maupun duduk.

"Upayakan juga olahraga. Olahraga juga ada ketentuannya, harus teratur dan terukur," imbuhnya.

Pada kesempatan sama, dokter sepsialis ortopedi dan traumatologi Adib Khumaidi juga mengungkapkan hal senada. Semakin malas orang bergerak, semakin jarang sendinya digunakan, semakin sedikit pula cairan sinovial (pelumas sendi) yang diproduksi. Akibatnya, sendi mudah aus.

"Ibaratnya seperti engsel pintu yang tidak digunakan hingga lama-kelamaan berkarat," katanya.

Di sisi lain, olahraga berlebihan juga bisa merusak sendi. Seperti yang kerap terjadi pada atlet. "Karenanya, dibutuhkan asupan nutrisi yang mendukung pemulihan dari dalam," ujar ahli nutrisi Mirza Hapsari Sakti, pada kesempatan sama.

Menurutnya, selain dari makanan sehari-hari, asupan suplemen juga dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan zat gizi itu. "Ada beragam jenis suplemen. Untuk memelihara sendi, kita membutuhkan suplemen yang bersifat enhance recovery atau membantu pemulihan," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Consumer Health Division PT Kalbe Farma Tbk menjelaskan, pihaknya melalui produk suplemen Ha2 Health & Happiness bersama Ikatan Dokter Indonesia meluncurkan program Ayo Indonesia Sayangi Sendi. Program yang mencakup beragam kegiatan edukasi itu bertujuan mendorong masyarakat agar menyadari pentingnya kesehatan sendi, mengetahui penanganan sakit sendi, dan gaya hidup yang memengaruhi kesehatan sendi.

"Kami melihat kesehatan sendi menjadi sangat penting dengan adanya peningkatan angka kejadian sakit sendi di Indonesia dan juga pergeseran gaya hidup anak muda yang sering memicu sakit sendi," ujarnya.