Ini Alasan Kenapa Makan Tengah Malam Sangat Pengaruhi Tubuh

Beberapa ahli mendefinisikan makan terlambat untuk makanan terakhir Anda adalah kurang dari dua jam sebelum tidur. (Foto: Bakery and snacks)

Jakarta -- Anda mungkin termasuk salah satu dari sekian banyak orang yang biasa makan di malam hari bahkan larut malam. Begitupun dengan makan makanan ringan di tengah malam. Terkadang, Anda mungkin merasa lapar sehingga memilih makanan ringan sebelum tidur.

Sebagian dari Anda tidak peduli dengan kenaikan berat badan. Namun, bagi Anda yang sangat peduli dengan berat badan, sebaiknya hindari makan di tengah malam.

Berdasarkan rangkuman yang diterbitkan dalam Circulation, sebuah jurnal akademik dari American Heart Association, Anda sebaiknya menghindari makan tengah malam karena dapat berdampak buruk.

Mengapa waktu makan sangat penting?

Para ahli berpikir bahwa kapan waktu Anda makan lebih bermasalah dibanding apa yang Anda makan. Jam tubuh internal atau ritme sirkadian memiliki rasa bawaan kapan tubuh terisi penuh dengan energi untuk menjalani aktivitas harian Anda, dan kapan saatnya beristirahat agar seluruh organ tubuh dapat berfungsi normal keesokan harinya.

Sementara itu, otak Anda yang bertanggung jawab di sini, makan ketika jam tubuh mengatakan Anda harus tidur, dapat mengatur ulang jam organ tubuh Anda. Karena sistem tubuh bekerja baik ketika mereka bekerja bersama-sama, para ahli berpikir bahwa makan tengah malam dapat mengacaukan siklus tersebut dengan konsekuensi jangka pendek dan panjang mulai dari berat badan hingga faktor risiko penyakit jantung, stroke dan diabetes.

Kapan waktu makan yang paling malam?

Beberapa ahli mendefinisikan makan terlambat untuk makanan terakhir Anda adalah kurang dari dua jam sebelum tidur.

Sedangkan penelitian lain menunjukkan bahwa makan paling terakhir pukul 6 sore dapat memberikan Anda manfaat kesehatan yang besar.

Salah satu studi melakukan penelitian dimana wanita yang makan pukul 11 malam, keesokan paginya memiliki kontrol gula darah yang buruk dan risiko diabetes tipe-2.

Penelitian lain menunjukkan bahwa hanya dengan membatasi jam makan malam lebih cepat kemudian sarapan keesokan paginya, dapat membantu Anda mengatur berat badan karena tubuh telah berpuasa setidaknya 12 jam.

Adapun penelitian menunjukkan bahwa orang yang sarapan memiliki risiko lebih rendah dari penyakit jantung dan berat badan.