Ini Alasan Pangdam Siliwangi Copot Dandim Usai Latihan Bareng FPI

Pangdam III Siliwangi Mayjen M Herindra/MTVN/073

Jakarta -- Panglima Komando Daerah Militer III Siliwangi Mayjen M Herindra menegaskan pelatihan bela negara dapat diberikan kepada setiap warga negara, termasuk organisasi kemasyarakatan (ormas) dan LSM. Namun, ada syarat utama yang harus diperhatikan, yakni pro terhadap NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika.

"Itu semua kita siap melatih. Tapi, bila ada ormas yang tidak pro kemajemukan, maka saya akan pertimbangkan untuk memberikan pelatihan bela negara," ujar Herindra, Senin (9/1).

Penegasan mantan Danjen Kopassus itu merujuk kegiatan Pelatihan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) yang diselenggarakan Komando Distrik Militer (Kodim) 0603/Lebak bersama Dewan Perwakilan Daerah Front Pembela Islam (DPD FPI) Banten di wilayah Koramil Cipanas, Kamis 5 Januari. PPBN itu tidak selaras dengan ketentuan berjenjang atau menyimpang dari prosedur operasional standar (SOP) yang berlaku di tubuh TNI.

Herindra langsung mencopot jabatan Komandan Kodim 0603 dari tangan Letnan Kolonel Czi Ubaidillah. "Karena seharusnya untuk latihan bela negara melalui izin dari Komandan Korem (Danrem) dan kemudian Danrem ke saya. Saya yang menentukan iya atau tidaknya pelatihan digelar. Ini saya anggap pelanggaran serius dan ambil keputusan Dandim bersalah," ucap dia.