2013-03-30 11:10:00
Ini Dia, Analisis Pasar Karet Dunia April

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co): Bulan Maret 2013 adalah puncak gugur daun di sentra produksi karet alam Thailand selatan, Malaysia, Vietnam, dan Sumatera bagian utara yang ditandai oleh berkurangnya pasokan karet. Gugur daun tahun ini diperkirakan tidak terlalu parah (mild) adapun pelaku pasar memperkirakan kemungkinan setelah gugur daun akan terjadi peningkatan produksi terutama pada semester 2 tahun 2013.

Menurut analisis Tim Analisis Pasar Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo), Sabtu (30-3), peningkatan produksi tersebut akan menambah surplus produksi karena adanya stok tertahan yang mencapai 900 ribu ton yang terdiri dari 200 ribu ton stok Pemerintah Thailand, 300 ribu ton stock AETS, 300.000 ton stock Qingdao, dan 100.000 ton stock Shanghai.

Menurut Publikasi yang dikeluarkan oleh LMC, IRSG and ANRPC reports, produksi karet Alam dari Vietnam, Cambodia, Myanmar dan Laos diperkirakan meningkat sebesar 113,000 MT pada tahun 2013 dibandingkan tahun 2012. Sedangkan Menurut berita tidak resmi yang disampaikan pelaku pasar Thailand, tahun ini akan terjadi lonjakan produksi di Thailand sebesar kurang lebih 400.000 ton yang disebabkan oleh penanaman baru sebagai dampak dari program Supply Management Scheme (SMS) yang dilakukan Thailand beberapa tahun sebelumnya, tahun ini produksinya sudah mulai menghasilkan.

Kekhawatiran akan stock yang bertambah menyebabkan penjualan posisi di TOCOM, Shanghai, dan SICOM pada tanggal 12 Maret 2013. TOCOM turun 8,6 yen/kg (8,9 UScent/kg), Shanghai 93 yuan/kg (15 UScent/kg), SICOM turun 9,4 UScent/kg.

Demand
Liburan panjang tahun baru Cina, menyebabkan perdagangan karet sepi selama bulan Februari 2013 dan ini ditunjukkan juga oleh PMI sektor manufaktur yang turun menjadi 50,4. Suatu perlambatan ekonomi dibanding bulan Januari. Kenaikan permintaan yang berarti tidak akan terlihat di minggu-minggu yang akan datang.

Karena pasar masih mencerna keputusan dari Kongres Partai Komunis China minggu ke-2 Maret 2013. Konsumen karet terbesar dunia ini akan berhati-hati menambah pembeliannya dari impor, mengingat stock yang ada didalam negeri cukup tinggi.

Permintaan dari India tidak dapat diandalkan, mengingat ada penurunan kegiatan ekonominya. Ekonomi Jepang pun masih dalam keadaan goyah karena kontraksi dalam ekspornya.
Faktor nonfundamental.

AMERIKA SERIKAT
AS masih mengandalkan QE3 dari Federal Reserve yang akan dilanjutkan dengan pembelian obligasi 85 milyar USD per bulan sampai tingkat pengangguran turun sampai 6.5%. Gubernur Bank Sentral Amerika, Ben Bernanke menegaskan hal ini seusai pertemuan FOMC tanggal 19-20 Maret dan memperkirakan ekonomi AS akan berkembang antara 2,3-2,8% dalam tahun 2013, diatasnamakan IMF sebesar 1,8%. Tingkat pengangguran menurun sedikit menjadi 7,7% pada akhir Februari dari 7,9% sebelumnya. PMI manufaktur Maret membaik menjadi 51,7 dari 50,4 di bulan Februari. Gedung putih dan kongres masih terlibat dalam perumusan pemotongan anggaran yang akan berlangsung di minggu-minggu yad sebelum ada kesepakatan.

CHINA
Kongres Nasional PKC baru berakhir pada 14 Maret, dimana Xi Jin Ping dilantik sebagai presiden baru beserta kabinetnya dibawah PM Li Ke Qiang. Walaupun kongres menetapkan pertumbuhan ekonomi 7,5% untuk tahun ini dan tahun-tahun berikutnya, kita tidak akan melihat pertumbuhan yang berarti sementara ini, karena China masih mengalami inflasi sebesar 3,2% dan pemerintah akan melambatkan pemberian pinjaman baru.

JEPANG
Jepang masih mengalami kontraksi GDP di kw 4/12 sebesar 0,4% - Suatu kontraksi selama 3 triwulan berturut-turut. Ekspornya masih menciut karena pertikaian dengan China mengenai kepulauan, turunnya ekspor ke Eropa dan Amerika Serikat. Pelonggaran kebijakan moneter belum menunjukkan hasil yang konkrit dan masih akan makan waktu sebelum trend harga TOCOM menunjukkan perbaikan.

Dari sisi ekonomi, Gubernur Bank Of Japan, Haruhiko Kuroda akan berusaha keras memenuhi permintaan pemerintah untuk memerangi deflasi dengan cara pelonggaran kebijakan fiscal antara lain melalui pembelian asset jangka panjang sehingga target inflasi 2% dalam 2 tahun kedepan akan tercapai, dampak dari kebijakan tersebut nilai tukar yen melemah.

EROPA
Pemilihan umum Italia tidak menghasilkan partai yang mayoritas dan akibatnya belum ada pemerintahan, selain itu krisis bank di Cyprus juga mengakibatkan kekhawatiran terjadi penularan di Portugal, Spanyol, dan Italia. Secara umum, ekonomi Uni Eropa masih dalam resesi dan prospeknya dalam masa dekat ini masih suram.

KESIMPULAN
Dengan memperhatikan faktor-faktor diatas, sentimen pasar masih lemah secara fundamental. Walaupun ada titik cerah di ekonomi China dan AS, namum fundamental harga karet tidak akan banyak berubah ditengah berkurangnya pasokan dari sentra produksi karet utama, Tim analisis memperkirakan harga SIR 20 akan tetap bergerak antara 270-290 USC/kg sampai beberapa minggu ke depan. (L-1) FOTO: ANTARA


komentar facebook