2013-09-19 17:07:00
Inilah Dalih Kurir Ganja yang Tertangkap di Bakauheni

KALIANDA (Lampost.co): Kepolisia Resort Lampung Selatan menangkap dua kurir pengiriman ganja yang tertangkap di Seaport Interdiction (SI) Pelabuhan Bakauheni, pada Rabu (18-9) sore. Kepada petugas, kedua pemuda yakni Ashari Muhamad (24) dan Adi Chandra (24), mengaku hanya sebagai pengantar.
Kepada Lampung Post, Ashari di Mapolres Lampung Selatan, Kamis (19-9) mengaku akan mendapat Rp 10juta, sesampainya barang tersebut ke tangan Lubis di Rawamangun, Jakarta Timur. Menurutnya, ia bersama temannya, Adi Chandra baru mendapat uang jalan Rp 3juta.
"Saya terpaksa menerima tawaran ini karena butuh uang untuk berobat bapak yang kena diabetes. Bapak sudah habis uang Rp 25juta, tapi belum sembuh juga, sementara penyakitnya perlu disembuhkan," kata Ashari.
Sedangkan Adi mengaku upah mengirim ganja tersebut akan digunakan untuk menyusun sekripsi (tugas akhir) pada Fakultas Bahasa Inggris di sebuah universitas swasta di Tapanuli Utara. "Untuk biaya kuliah saya bekerja di toko bangunan," ungkap Adi.
Kedua warga Sipolu-polu, kabupaten Mandailing Natar, Sumatera Utara (Sumut) itu diamankan dari bus PT NPM BA-7224-NU jurusan Padang-Jakarta di pintu masuk pos pemeriksaan seaport interdiction (SI) pelabuhan Bakauheni, Rabu (18-9) sekitar pukul 17.20.
Kapolres Lampung Selatan AKBP Bayu Aji mengatakan pengiriman ganja dengan sebagian ada yang dibungkus plastik kresek warna hitam, dan dibungkus lakban rapat.
"Plastik kresek yang digunakan untuk membungkus ganja kami duga modus baru untuk mengelabui petugas. Sebab kita temukan tiga buah plastik kresek berisi ganja, dan 14 paket lainnya dengan total sebanyak 17 kilogram," " kata Bayu Aji.
Menurut Bayu Aji, penangkapan ganja di Pelabuhan Bakauheni itu karena kejelian petugas. Pasalnya, alat pendeteksi narkoba di SI Pelabuhan Bakauheni telah tiga tahun rusak dan hingga kini belum diperbaiki atau diganti. (KRI/L-1)

komentar facebook