Irak Rebut Kembali Desa-desa dari Cengkeraman ISIS

Kendaraan militer Irak berada di timur Mosul. AFP/Ahmad al-Rubaye

Irak -- Pasukan militer Irak berhasil merebut kembali desa-desa dari kelompok Islamic State (ISIS). Irak barat dekat perbatasan Suriah mulai bersih dari ISIS.

Operasi yang dimulai pada Kamis, 5 Desember 2016, berhasil merebut kembali Kota Rawa, Aanah dan Al-Qaim. Titik itu merupakan wilayah penuh populasi terakhir yang dikuasai ISIS di Provinsi Anbar.

"Unit militer kami membebaskan tujuh desa dari ISIS yang berada di antara Kota Haditha dan Kota Aanah," ujar staf Mayor Jenderal Qassem al Mohammedi, kepala Komando Operasi Jazeera, seperti dilansir AP, Jumat (6/1/2017).

Jenderal Noman Abed al-Zobai, komandan Divisi 7, mengatakan pasukan Pemerintah telah mencapai pinggiran Al Sagra, sebelah tenggara Kota Aanah. Sementara itu, sebelumnya, pasukan Irak telah merebut kembali Ramadi dan Fallujah, dua kota utama di Provinsi Anbar, meskipun keamanan di daerah tersebut masih genting.

Anbar merupakan provinsi luas yang membentang dari perbatasan Suriah, Yordania dan Arab Saudi hingga Baghdad. Provinsi ini memiliki sejarah panjang terkait kegiatan pemberontak.

ISIS pertama kali menyerang wilayah utara dan barat Baghdad pada 2014. Saat ini Irak berjuang untuk merebut kembali Mosul, kota terakhir di Irak yang menjadi markas ISIS paling siginifikan.

Namun ,merebut kembali semua pusat-pusat populasi besar yang dikuasai ISIS tidak akan menjadi akhir konflik melawan kelompok tersebut. ISIS masih mampu untuk meluncurkan serangan bom di daerah yang telah dikuasai Pemerintah dan ini menjadi taktik mereka sejak kehilangan banyak wilayah kekuasaan.