Jangan Hiraukan Informasi Hoax

ilustrasi hoax. Dok. Lampost.co

BANDAR LAMPUNG -- Pernah mempunyai pengalaman mendapatkan berita hoax yang sumbernya entah dari mana, salah satu sahabat Muda, Sinta Oktavia Pratiwi, yang kini mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Lampung, mengaku memilih untuk tidak menghiraukan info hoax tersebut.
Sebagai anak muda yang cerdas, menurutnya, setiap mahasiswa tidak boleh percaya begitu saja pada info-info yang didapatkan. “Harus dikaji dan analisis terlebih dahulu baru dapat disimpulkan, benar enggak nih informasi,” kata Sinta ditemui di kampusnya, Jumat (10/2/2017).
Ia juga menyarankan meski mengikuti perkembangan informasi itu penting, selektif mencari sumber berita juga sangat perlu. Sinta mengaku kerap menerima berita hoax seperti artis meninggal dan berita sumir lainnya yang cenderung mencari sensasi. “Pokoknya, yang namanya mahasiswa harus pintar dong menilai mana yang hoax, mana yang bukan,” kata dia.
Muda lainnya, Ridwan, mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UBL, menyebut banyaknya informasi hoax belakangan ini karena perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. Banyak masyarakat yang kini juga menggunakan media sosial menjadi pemicunya. “Biasanya mereka menggunakan media sosial untuk saling menjatuhkan, makanya banyak yang menebar info-info hoax,” kata dia.
Ridwan menyarankan agar anak–anak muda jauh lebih cerdas dalam memanfaatkan teknologi dan media sosial. ”Jangan sampai kita dibodohi deh dari adanya teknologi dan media informasi sekarang ini,” ujarnya.
Juwanda, mahasiswa Ilmu Pemerintahan FISIP Unila, meminta anak-anak muda lebih menyaring sumber-sumber informasi. Kekritisan anak muda juga penting kala menerima sebuah informasi. “Segala informasi ada yang baik, ada yang buruk, jadi tugas kita ya harus cerdas menyaring terlebih dahulu.”
Sebab, jika tak menyaring informasi justru akan membuat anak-anak muda terjerumus ikut menyebarluaskan berita hoax dan risikonya justru akan membahayakan diri sendiri, seperti terjerat Undang-Undang ITE. (PKL/WIDYA/RUD/M1)