Jangan Kecewakan Masyarakat!

Seorang warga sedang mencoblos di salah satu TPS di Lampung Barat, Rabu (15/2/2017). n LAMPUNG POST/ELIYAH

PEMILIHAN kepala daerah (pilkada) serentak gelombang kedua di lima kabupaten, 15 Februari lalu, bukan hanya sekadar perebutan kekuasaan. Namun, yang terpenting adalah memahami untuk menjadi pelayan masyarakat dengan segala tuntutannya.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung, Syarief Makhya, berpendapat dengan adanya pengalaman kepemiluan di masyarakat, masyarakat juga memberikan penilaian secara objektif jika pilkada bukan sekadar ajang kompetisi untuk memperebutkan kekuasaan, melainkan harus juga dipahami ada tuntutan terhadap persoalan yang dihadapi di lingkungan masyarakatnya.
"Kalau misalnya para pemenang itu sensitif dengan keadaan dan kebutuhan masyarakat, konsekuensinya berupa legitimasi dari masyarakat," katanya kepada Lampung Post, Kamis (16/2/2017).
Akademisi Ilmu Pemerintahan itu juga berpendapat kemenangan calon dalam pilkada dapat dilihat dari dua hal. Pertama, terkait dengan program yang menyentuh masyarakat. Kedua, terkait strategi dan intensitas tim dalam melakukan pemenangan pilkada.
"Masyarakat juga melihat fakta di lapangan seperti apa yang akan ditawarkan calon. Kemudian tim pemenangan ini sukses menjalankan tugasnya," katanya.
Kemudian, ia juga menjelaskan di Lampung Barat pasangan Parosil Mabsus-Mad Hasnurin sangat menguasai daerahnya, baik itu dari aspek geografis, kultural, dan kemasyarakatan sehingga bisa melakukan pergerakan dan menyukseskan strategi pemenangannya. "Begitu juga Sujadi-Fauzi di Pringsewu sangat menguasai secara kultural dan penguasaan segmen pemilu sehingga interaksi dengan pemilih berhasil memengaruhi untuk memilih," ujarnya.
Untuk fenomena di Kabupaten Tulangbawang, ia mengatakan rivalitas Winarti-Hendriwansah dengan petahana Hanan A Razak-Heri Wardoyo sangat ketat. Bila melihat hasil survei sementara dengan unggulnya Winarti, partai pengusung tersebut telah maksimal memenangkannya.
"Saya katakan Winarti ini bisa mengimbangi petahana dengan cara menunjukkan fakta di lapangan tentang tingkat keberhasilannya," katanya.
Dia menjelaskan pada umumnya petahana bisa kalah karena kurang menyakinkan dan bahkan bisa saja terjadi masyarakat menilai di masa kepemimpinan petahana tidak berhasil membangun daerahnya.
"Kalau ia berhasil, pada umumnya petahana ini akan sukses," ujarnya.

Utamakan Pelayanan
Partai politik pendukung dan pengusung masing-masing kepala daerah mengapresiasi dan mengevaluasi terhadap pelaksanaan pilkada lalu. Parpol tersebut mengantarkan jagoannya mendapat dukungan dari masyarakat untuk menjadi pelayan publik di daerahnya.
Ketua DPW Partai NasDem Lampung Mustafa mengucapkan selamat kepada seluruh pasangan calon yang memenangkan pilkada 15 Februari 2017. Ia juga meminta seluruh masyarakat dan calon menghormati hasil pilihan.
"Poin terpenting adalah bagaimana kita, seluruh masyarakat bersatu untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Ke depankan kepentingan rakyat di atas kepentingan golongan dan kita junjung semangat kebinekaan dengan sebaik-baiknya," katanya.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Lampung Minggrum Gumay berharap agar para kadernya yang memenangi pilkada tidak lupa dengan janji kepada masyarakat. "Kami berpesan kepada kader yang memenangi pilkada dan menjadi bupati dan wakil bupati agar tidak lupa kepada masyarakat yang telah memilihnya. Kemudian juga program yang tertuang dalam visi-misi yang telah disampaikan harus benar-benar direalisasikan dan diimplementasikan," katanya.
Hal senada juga diungkapkan Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Lampung Arinal Djunaidi. Ia mengatakan untuk pasangan calon yang sementara ini unggul jangan terlalu jemawa. Hal tersebut dikarenakan tugas pemimpin ialah melayani dan menyejahterakan masyarakat.
"Sebagai partai pengusung akan terus mengawal dan membantu merealisasikan program yang telah disampaikan kepada masyarakat saat kampanye kemarin," kata Arinal.
Sekretaris DPD Partai Demokrat Provinsi Lampung Fajrun Nadjah Ahmad mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi kedewasaan pemilik hak pilih yang sudah menggunakan hak berdemokrasinya dengan penuh tanggung jawab dan sesuai dengan hati nurani.
"Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah memilih pasangan calon usungan Partai Demokrat. Dengan satu harapan bukan hanya memilih, melainkan juga mengawal kepemimpinan sampai selesai menjalankan tugasnya, termasuk memberi kritik dan saran bila dirasakan ada kebijakan yang tidak prorakyat," katanya.