Jeli Melihat Peluang

Ilustrasi. Lampung Post/Zainuddin

MENENTUKAN pilihan jurusan kuliah memang tak boleh sembarangan. Salah memilih jurusan justru akan membuat kalian tidak semangat untuk menjalani perkuliahan. Hal yang tak kalah penting saat memilih jurusan, menurut beberapa sahabat Muda, adalah sesuaikan kemampuan, tetapi juga harus jeli melihat peluang.
Seperti yang dilakukan salah satu sahabat Muda, Amirah Afifah Melta. Siswi kelas XII di SMAN 9 Bandar Lampung ini mengaku sudah mantap dengan pilihan jurusannya, yakni Jurusan Ilmu Gizi di Institut Pertanian Bogor (IPB).
Amirah memilih jurusan tersebut karena selama sekolah ia sangat menyukai pelajaran Biologi dan Kimia. “Kalau Matematika dan Fisika aku agak kesulitan dan terlalu berat, jadi karena suka Biologi dan Kimia, aku pilih jurusan ilmu gizi,” ujarnya saat ditemui di sekolahnya, Sabtu (18/2/2017).
Meski sudah memiliki pilihan, Amirah mengaku sempat bingung ketika hendak memilih jurusan dan kampus. Orang tuanya menyarankan agar Amirah masuk Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN) yang dianggap memiliki peluang kerja yang pasti. Namun, Amirah berhasil meyakinkan kedua orang tuanya bahwa jurusan ilmu gizi yang diinginkannya juga memiliki peluang kerja yang baik, ditambah ia ingin menambah soft skill dengan mengikuti berbagai kegiatan kemahasiswaan di kampusnya nanti.
Sahabat Muda lainnya, Muhammad Farhan, menyebut selain harus menyesuaikan dengan kemampuan dan kesukaan, para calon mahasiswa juga harus jeli melihat peluang kerja yang dibutuhkan saat ini. Karena melihat peluang industri maritim yang tengah berkembang di Indonesia, membuat Farhan mantap menjatuhkan pilihannya di jurusan teknik perkapalan.
Kampus yang dipilih siswa kelas XII IPA di SMAN 9 Bandar Lampung ini adalah Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang memang memiliki jurusan teknik perkapalan terbaik di Indonesia dan Asia Tenggara.
“Indonesia itukan negara maritim dan memiliki wilayah perairan yang luas, jadi peluang untuk tenaga ahli di bidang perkapalan masih sangat dibutuhkan, untuk menangani bidang transportasi laut dan lainnya,” kata alumnus MTs Negeri 2 Bandar Lampung tersebut.
Selain memilih jurusan teknik perkapalan, Farhan mengataan memiliki pilihan kedua, yakni mendaftar di Akademi Militer sebagai keinginan dari kedua orang tunnya. Walaupun atas dorongan orang tua, Farhan mengaku tidak merasa terbebani dengan hal itu. Untuk mengikuti Akademi Militer, Farhan juga sudah mempersiapkan diri, mulai dengan terus berlatih fisik dan kesehatan, psikologi serta akademi. Farhan menuturkan persaingan di berbagai perguruan tinggi yang ketat membuat setiap calon mahasiswa harus memiliki rencana kedua.