2013-07-11 10:04:00
Kadinkes Kota Jadi Tersangka Korupsi Alkes

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co): Kejaksaan Tinggi Lampung akhirnya menetapkan Wirman, kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, sebagai tersangka dalam perkara korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) 2012 senilai Rp9,9 miliar, Rabu (10-7).

Menurut penyidik, Wirman mempunyai peran dalam proses pengadaan dan pengendalian kegiatan alkes 2012. Tidak hanya mengatur dan mengendalikan pejabat pembuat kegiatan (PPK), tapi ia juga dengan sengaja mengikatkan perjanjian di luar kontrak dengan rekanan.

"Peranan W sangat besar dalam mengendalikan kegiatan. Beberapa saksi, termasuk Hilda yang menjabat sebagai PPK, juga mengaku tidak pernah tahu-menahu tentang proses kegiatan dan segala sesuatu yang berkenaan kegiatan semua atas dasar perintah W. Bahkan sebelum ditunjuk sebagai PPK, Hilda sudah mengajukan keberatan atas penunjukan tersebut karena dirinya belum memiliki sertifikasi sesuai Perpres 54 Tahun 2004," kata Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Lampung Heru Widjatmiko.

Wirman juga mempunyai hubungan erat dengan tersangka Ridwan Winata. Kepada penyidik, Wirman mengaku pertemanannya dengan Ridwan sudah terjalin sejak 2011. Saat itu Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung juga merencanakan kebutuhan alkes dan PT MGM merupakan salah satu perusahaan yang dijadikan dasar untuk harga perkiraan sendiri (HPS).

"Intinya, kegiatan pengadaan alkes 2012 tidak melalui perencanaan dan HPS yang digunakan adalah HPS tahun 2011. Pada saat itu antara tersangka W dan Ridwan Winata sering bertemu dalam konteks minta proyek," kata Heru.

Berbeda dengan tersangka lainnya, kejaksaan belum menahan Wirman. "Pelan-pelan dan bersabarlah. Kami tidak dapat memastikan segala sesuatunya. Kalau memang memungkinkan dalam waktu dekat kami tahan," kata dia.

Ditahan
Hari itu juga penyidik menahan Ridwan Winata (48), direktur utama PT Magnum Global Mandiri (MGM) yang merupakan rekanan dalam pengadaan alkes. Ridwan ditahan setelah menjalani pemeriksaan kedua.

Penahanan berdasarkan surat perintah penahanan No. 07/RT.1/KJT/07/2013 dan terhitung hari ini tersangka resmi menjadi tahanan jaksa hingga 20 hari ke depan. Warga Jalan Jambi Nomor 72 Medan tersebut ditahan setelah menjalani pemeriksaan kedua. Dalam pemeriksaan kedua di ruang Kasi Penkum yang berlangsung tiga jam tersebut, tampak kegusaran tersangka ketika akan ditahan. Penahanan terhambat ketika tersangka beberapa kali meminta izin jaksa untuk menelepon keluarga.

"Ridwan Winata resmi menjadi tersangka pada 10 Juli 2013 dengan surat penetapan tersangka nomor 457/N.8/Fd.1/07/2013. Hingga 20 hari ke depan resmi menjadi tahanan jaksa," kata Heru.

Modus tersangka, menggunakan dua dari tiga perusahaan pendukung yang digunakan sebagai dasar penyusunan HPS, yaitu PT Artha Medic dan PT Adithya Wiguna. "Diketahui ternyata dua dari tiga perusahaan itu milik Ridwan Winata yang memang sebelumnya telah ada konspirasi dengan tersangka lain dalam menetapkan harga," kata Heru. (HER/R-3)

Keterangan foto:
TERSANGKA KORUPSI ALKES. Ridwan Winata (48), direktur utama PT Magnum Global Mandiri (MGM) yang merupakan rekanan dalam pengadaan alat kesehatan, saat ditahan oleh Kejati Lampung, Rabu (10-7). Selain Ridwan Winata, Kejati juga resmi juga menetapkan Wirman, kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, sebagai tersangka dalam perkara korupsi pengadaan alat kesehatan 2012 senilai Rp9,9 miliar. LAMPOST.CO/AGUS HERMANTO

komentar facebook