Kadinkes Pastikan Tenaga Medis D1 Dilarang Ambil Tindakan

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana . Dok. Lampung Post

BANDAR LAMPUNG -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung memastikan tenaga medis berijazah D1 tidak diperkenankan mengambil tindakan medis. Hal tersebut demi menekan angka dugaan malapraktek.
Kadinkes Lampung Reihana mengatakan mulai 2017 hanya tenaga medis lulusan D3 dan telah mendapat pendelegasian yang bisa mengambil tindakan, nantinya tenaga medis D1 sifatnya membantu tenaga medis yang diberikan delegasi dan juga bagian administrasi.
"Jadi 2017 tenaga medis D1 enggak boleh ngambil tindakan, harus D3 dan ada pendelegasian, yang lulusan D1 atau SPK sifatnya membantu," ujarnya kepada Lampost.co saat ditemui di ruangannya, Kamis (29/12/2016).
Disinggung terkait 1.600 tenaga medis di Lampung yang masih berstatus D1 yang rencananya disekolahlan kembali Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Politeknik Kesehatan Tanjungkarang, Reihana belum bisa memastikan kapan MoU tersebut ditandatangani, tapi dia menjanjikan pada tahun 2017 nanti pendaftaran tenaga medis D1 yang ingin melanjutkan ke jenjang D3 segera dibuka, dan diminta tenaga medis menyiapkan berkas-berkas administrasi.
"Nah, kita sudah rapat memang sama Kemenkes, tapi memang karena pemangkasan anggaran jadinya belum pasti, cuma di 2017 pasti dibuka, dan diminta siapin berkas aja," kata Reihana yang didampingi Kasubbag Humas Asih Hendrastuti.
Reihana menlanjutkan kemungkinan untuk studi D3 tersebut difokuskan pada tenaga medis yang jumlahnya kurang, untuk saat ini tenaga bidan sudah mencukupi, namun pendistribusiannya yang tidak merata.
"Nanti yang untuk D3 kita fokus tenaga medis yang kurang, ada beberapa dan yang cukup itu Bidan, cuma mereka terfokus di kota, ini jadi pekerjaan kita biar merata," paparnya.