Kalah

Susilowati, wartawan Lampung Post

"YUN, garuda kalah, kecewa aku," Tole tampak lesu usai menyaksikan pertandingan sepak bola Indonesia-Vietnam.
"Kenapa harus lesu, kita harus bangga, Le, Timnas sudah berjuang sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya," Mak Yun menirukan ujaran Pramodya Anantya Toer dalam novel Bumi Manusia yang diconteknya dari Kang Santri.
"Weleh Yun, namanya kalah ya tetap kalah, malu dan lesu."
"Ya enggak gitu toh, Le, kamu ini kayak enggak punya iman, maksudku patriotisme. Semestinya kita bangga dengan perjuangan Tim Merah Putih yang begitu gagah menerjang segala kemungkinan dan menerobos sekecil apa pun peluang, bahkan meski hanya selubang jarum."
"Iya sih, Yun, tetapi kekalahan selalu menyakitkan."
"Enggak juga, Le. Yang menyakitkan adalah kalah sebelum bertanding, menyerah sebelum musuh datang. Itu yang menyedihkan. Timnas tidak begitu, justru telah berjuang segenap jiwa dan raga demi mengharumkan nama bangsa."
"Apa bangsa kita masih harum di dunia, Yun, kalau kebanyakan anak bangsa kita keluar negeri itu untuk jadi babu, sedangkan pejabat kita lebih senang bancakan uang rakyat alias hobi korupsi berjemaah."
"Makanya itu, Le, dengan olahraga kita berharap bisa mengharumkan nama bangsa."
"Ya, miris memang ya, Yun, dengan tingkah petinggi bangsa ini. Enggak bisa memprioritaskan mana yang wajib mana yang enggak penting, mana yang sunah mana yang mubah bahkan mengandung musibah."
"Loh, kamu kok jadi misuh-misuh pejabat, kita kan lagi ngomongin bola."
"Ya masih ada hubungannya, coba kalau para pemain dan pengurus sepak bola kita diberdayakan dengan benar, dimakmurkan, disejahterakan, difasilitasi, tidak ada akal-akalan, tentu potensi mereka akan lebih berkembang."
"Wah, kamu sudah seperti pengamat, Le."
"Bukan pengamat, tetapi sebagai penonton sekaligus pendukung yang baik. Kita kan boleh rasan-rasan untuk kebaikan sepak bola kita. Meskipun rasan-rasan kita sekadar mengeluarkan sesak di dada, tidak lebih."
"Ya bersyukur, Le, kita masih boleh berpendapat, kalau berpendapat enggak boleh lagi, entah apa jadinya."
"Ya, Yun, tetapi pada tempat yang tepat juga, Yun. Kalau berpendapat pada tempat yang tidak tepat dan mengganggu ketenangan orang, bisa kena tilang juga."
"Tilang, emang enggak pake helm?"
"Hehehe..itu istilah saja."