Kanada Bantah Pelaku Penembakan Bandara AS Terbang dari Negaranya

Pihak berwenang berupaya lumpuhkan pelaku penembakan (Foto: AFP).

Fort Lauderdale -- Muncul laporan yang menyebutkan bahwa pelaku penembakan di Bandara Fort Lauderdale menumpang pesawat dari Kanada. Hal ini dibantah oleh pihak Kedutaan Besar Kanada di Amerika Serikat (AS).

Seperti diketahui sebelumnya, Esteban Santiago melepaskan tembakan di Bandara Fort Lauderdale dan menewakan lima orang. Pria berusia 26 tahun itu saat ini ditahan oleh pihak berwenang.

"Tersangka tidak bepergian dari Kanada dan tidak berada dalam penerbangan Air Canada. Tersangka tidak memiliki kaitan dengan Kanada," ujar Juru Bicara Kedubes Kanada Christine Constantin, kepada Associated Press, Sabtu (7/1/2017).

"Yang kami dapat konfirmasi dari pihak berwenang adalah, pelaku menumpang penerbangan dari Anchorage (Alaska) dan transit di Minneapolis hingga akhirnya mendarat di Fort Lauderdale," imbuhnya.

Laporan mengenai Santiago yang terbang dari Kanada, disebabkan karena penembakan terjadi di Terminal 2. Di terminal ini Air Canada dan Delta mengoperasikan penerbangannya.

Sebelum melakukan aksi penembakannya, Santiago mengeluarkan pistol dari tas yang sudah diperiksa. Kemudian dia mengisi peluru pistol itu di kamar mandi dan mulai penembakan, yang menewaskan lima orang serta melukai delapan lainnya.

Sementara Sheriff Scott Israel mengatakan pelaku penembakan tidak terluka dan pihak berwenang tidak melepaskan tembakan ke arahnya.

Senator Bill Nelson menyatakan bahwa Esteban Santiago membawa kartu identitas militer saat melakukan penembakan. Tetapi tidak diketahui apakah kartu identitas itu memang miliknya.